Saham Nike melonjak hingga 17% pada Jumat lalu. Kenaikan ini didorong oleh laporan keuangan kuartal keempat fiskal yang lebih baik dari perkiraan, meskipun penjualan turun 12% dan laba bersih anjlok 86%. CEO Nike, Elliott Hill, menyatakan periode terberat perusahaan telah berlalu.
Meskipun mengalami penurunan signifikan dalam penjualan dan laba, Nike optimistis akan pulih. Pernyataan optimisme ini disambut positif oleh pasar saham. Perusahaan menekankan bahwa inisiatif pemulihan mereka, “Win Now,” mulai menunjukkan hasil positif.
Saham Nike Meroket Setelah Konferensi Pers
Awalnya, saham Nike sempat turun setelah rilis laporan keuangan. Kurangnya detail mengenai strategi pemulihan menjadi penyebabnya. Namun, suasana berubah drastis setelah konferensi pers satu jam antara manajemen Nike dan analis Wall Street.
Penjelasan yang diberikan oleh manajemen Nike berhasil meyakinkan investor. Saham Nike kemudian melonjak lebih dari 10% dalam perdagangan setelah jam pasar. Detail rencana pemulihan dan pembaruan yang menjanjikan, termasuk peluncuran produk baru dan penguatan kemitraan dengan grosir, menjadi faktor kunci perubahan sentimen pasar.
Strategi Pemulihan Nike: Fokus pada Perempuan dan Kembalinya ke Amazon
CEO Hill menjelaskan strategi pemulihan Nike. Salah satu fokus utama adalah pasar perempuan. Nike meluncurkan produk khusus perempuan di lebih dari 200 toko, termasuk gerai Aritzia.
Koleksi kolaborasi dengan bintang WNBA, A’ja Wilson, terjual habis dalam tiga menit. Perusahaan juga memutuskan untuk kembali berjualan di Amazon setelah sebelumnya menghentikan kemitraan pada 2019. Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pasar Nike.
HSBC menaikkan peringkat saham Nike dari “tahan” menjadi “beli”. Ini merupakan peningkatan pertama dalam tiga setengah tahun. Target harga saham juga dinaikkan menjadi USD 80, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 28% dari harga penutupan sebelumnya. Analis Erwan Rambourg dari HSBC optimistis terhadap pemulihan Nike, bahkan di tengah tekanan tarif.
Tantangan yang Masih Dihadapi Nike
Meskipun saham Nike mengalami kenaikan signifikan, beberapa tantangan masih dihadapi. Penjualan lini sepatu klasik seperti Air Force 1, Air Jordan 1, dan Dunk mengalami penurunan signifikan.
Untuk mengatasi kelebihan stok, Nike memberikan diskon besar-besaran. Hal ini menekan margin laba. Nike juga memprediksi penurunan penjualan pada kuartal berjalan di kisaran pertengahan satu digit persen. Pengurangan stok sepatu Dunk masih menjadi pekerjaan rumah perusahaan.
Baik CEO Hill maupun CFO Matt Friend mengakui tekanan pada laba akan berlanjut hingga paruh pertama tahun fiskal 2026. Hal ini disebabkan oleh penghabisan stok dan biaya tarif. Namun, mereka optimistis laba akan membaik pada paruh kedua tahun fiskal tersebut.
Meskipun ada sinyal positif, masih terlalu dini untuk memastikan kapan Nike akan kembali mencatat pertumbuhan penjualan stabil. CEO Hill menekankan bahwa pemulihan penuh akan membutuhkan waktu. Perusahaan akan terus mengevaluasi perkembangan setiap 90 hari. Perjalanan menuju pemulihan penuh Nike masih panjang dan memerlukan pemantauan yang terus-menerus.











