Bank Korea Selatan memprediksi lonjakan signifikan dalam volume perdagangan aset kripto di negara tersebut. Proyeksi mencapai US$ 663 miliar (sekitar Rp 10.825 triliun dengan kurs Rp 16.327 per dolar AS) pada tahun 2025 menempatkan Won Korea sebagai mata uang terbesar kedua dalam transaksi kripto global, setelah dolar AS.
Prediksi ini didasarkan pada pertumbuhan pasar kripto yang pesat di Korea Selatan, melibatkan baik investor ritel maupun institusi besar. Hal ini diperkirakan akan berdampak besar pada pasar kripto global.
Peran Bursa Kripto Korea Selatan
Bursa kripto besar di Korea Selatan, seperti Upbit dan Bithumb, berperan penting dalam mendorong proyeksi ini. Kedua platform ini mendominasi pasar domestik dan menjadi pendorong utama aktivitas kripto di negara tersebut.
Keberadaan penyedia layanan aset virtual yang terdaftar secara resmi juga berkontribusi pada peningkatan volume perdagangan, terutama dari investor ritel. Hal ini selaras dengan peraturan yang semakin ketat dari Komisi Layanan Keuangan Korea untuk menciptakan pasar kripto yang lebih stabil dan aman.
Lee Sirgoo, CEO Dunamu/Upbit, mengatakan lonjakan volume perdagangan mencerminkan meningkatnya keterlibatan publik dan institusi dalam aset virtual. Hal ini membutuhkan peningkatan pengawasan regulasi dan manajemen risiko mengingat Korea Selatan menjadi pusat perdagangan kripto global.
Korea Selatan: Pemain Global di Pasar Kripto
Dengan volume perdagangan harian yang sering melampaui US$ 12 miliar dan kapitalisasi pasar lebih dari 100 triliun won, Korea Selatan memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan kripto terbesar kedua di dunia.
Sekitar 16,2 juta warga Korea Selatan memiliki akun kripto aktif. Bitcoin dan Ethereum merupakan aset digital yang paling banyak diperdagangkan.
Tren perdagangan ini mirip dengan tren bullish sebelumnya, namun dengan pengawasan regulasi yang lebih ketat, memberikan stabilitas tambahan pada pasar.
Pertumbuhan Signifikan dan Dampak Global
Proyeksi pertumbuhan signifikan ini dapat meningkatkan pengaruh Korea Selatan dalam penetapan harga kripto global, khususnya untuk Bitcoin dan Ethereum.
Peningkatan partisipasi institusi juga berpotensi mempercepat adopsi kripto secara luas di Korea Selatan.
Pertumbuhan ini juga menunjukkan potensi besar pasar kripto di masa depan, dan bagaimana regulasi yang tepat dapat menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan menarik bagi investor.
Sebagai penutup, prediksi Bank Korea menunjukkan potensi besar Korea Selatan dalam industri kripto global. Meskipun terdapat potensi risiko, peningkatan regulasi dan partisipasi institusi menunjukkan bahwa negara ini siap untuk mengambil peran utama dalam perkembangan pasar kripto dunia. Penting bagi investor untuk selalu melakukan riset dan analisis mendalam sebelum melakukan investasi di aset kripto.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai saran investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi.











