Investor kripto tengah menanti dengan harap-harap cemas. Bitcoin, setelah mencapai harga tertinggi di bulan Mei, mengalami tekanan signifikan di bulan Juni. Meskipun sempat beberapa kali berhasil mempertahankan harga kunci di kisaran USD 100.000 (sekitar Rp 1,63 miliar), terutama pada tanggal 5 Juni dan dua kali di akhir bulan, gejolak pasar tetap menjadi perhatian utama.
Para analis kripto justru melihat hal ini sebagai sinyal positif. Kondisi ini dinilai cukup menjanjikan, terlebih mengingat konflik Timur Tengah yang memanas dan kekhawatiran inflasi akibat tarif dagang. Sentimen *hawkish* dari penangguhan kenaikan suku bunga oleh The Fed di akhir Juni juga menambah kompleksitas situasi. Ketidakpastian dampak inflasi yang belum terealisasi menjadi pertimbangan utama.
Angka Pengangguran AS: 3 Juli
Data bulan Juni menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih kuat, namun dengan tanda-tanda pelemahan. The Fed menghadapi dilema: tidak ingin menaikkan suku bunga terlalu cepat yang berpotensi memicu inflasi, tetapi juga harus memperhatikan potensi pelemahan pasar tenaga kerja. Keputusan The Fed akan sangat mempengaruhi sentimen pasar kripto.
Tenggat Waktu Negosiasi Dagang AS dan Uni Eropa: 9 Juli
AS dan Uni Eropa berupaya mencapai kesepakatan terkait tarif dagang dengan tenggat waktu 9 Juli. Persetujuan ini penting untuk meredakan ketegangan yang muncul sejak kebijakan tarif Trump. Pasar saham dan kripto sangat sensitif terhadap perkembangan negosiasi ini. Hasilnya akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap stabilitas pasar.
Dampak Negosiasi Tarif
Ketidakpastian terkait negosiasi tarif dapat menciptakan volatilitas di pasar kripto. Jika kesepakatan tercapai, pasar cenderung lebih stabil. Sebaliknya, kegagalan mencapai kesepakatan bisa memicu penurunan harga. Investor perlu mencermati perkembangan ini dengan seksama.
Inflasi AS, Notulen FOMC, dan Voting Kartu Pembayaran Polkadot: Juli 2025
Data inflasi AS pada 15 Juli akan menjadi sorotan utama. Analis memprediksi kebijakan tarif masa lalu akan memicu inflasi, namun belum jelas kapan dampaknya terlihat. Indeks Harga Konsumen (CPI) Juni mungkin menunjukkan tanda-tanda awal.
Produk Domestik Bruto AS (Q2): 25 Juli
Data PDB kuartal kedua akan menunjukkan apakah ekonomi AS mempertahankan momentum atau mulai melambat. PDB yang kuat menandakan sentimen *risk-on*, sementara pertumbuhan lemah bisa memicu pelonggaran moneter. Kripto biasanya mengikuti tren ekonomi makro.
Pengumuman Suku Bunga The Fed: 30 Juli
Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengindikasikan kemungkinan dua kali pemotongan suku bunga sebelum akhir tahun. Dengan semakin berkurangnya jumlah pertemuan The Fed di paruh kedua tahun 2025, setiap rapat akan dipantau ketat oleh investor. Keputusan The Fed akan berpengaruh besar terhadap pasar kripto.
Voting Kartu Pembayaran Polkadot (DOT): 9-10 Juli
Penggunaan kartu pembayaran Polkadot dapat meningkatkan utilitas dan adopsi DOT. Namun, keberhasilannya bergantung pada eksekusi dan perluasan adopsi yang masih belum pasti. Investor perlu memperhatikan perkembangan ini.
Ethereum, berbeda dengan Bitcoin, menunjukkan stabilitas sepanjang Mei dan Juni. Aset kripto *mid-cap* seperti Solana, Cardano, Chainlink, dan Avalanche, menunjukkan reaksi yang lebih tajam terhadap ketidakpastian global dibandingkan bulan sebelumnya. Para analis tetap mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan dampak nyata inflasi terhadap data ekonomi.
Juli 2025 akan menjadi bulan yang krusial bagi pasar kripto. Perkembangan ekonomi makro global, terutama dari AS, dan keputusan The Fed akan menjadi penentu arah pasar. Investor perlu memperhatikan indikator-indikator kunci yang telah dibahas di atas untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. Ketidakpastian tetap ada, namun dengan analisis yang cermat, investor dapat meminimalisir risiko dan memanfaatkan peluang yang ada.











