Pasar kripto mengalami pergerakan beragam pada Rabu, 25 Juni 2025. Beberapa mata uang kripto mengalami penurunan harga, sementara yang lain justru mengalami peningkatan. Pergerakan ini terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel, menyusul serangan di Timur Tengah.
Bitcoin, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami pelemahan 0,26% dalam 24 jam terakhir. Namun, secara mingguan, Bitcoin mencatat penguatan 1,19%. Harga Bitcoin hari ini tercatat di level Rp 1.730.411.689,29.
Pergerakan Harga Kripto Teratas
Ethereum (ETH) menunjukkan tren yang berbeda, menguat 0,83% dalam 24 jam terakhir. Namun, secara mingguan, ETH mengalami pelemahan 2,89%. Harga ETH saat ini berada di Rp39.953.098,74 per koin.
Stablecoin Tether (USDT) mengalami penurunan 0,95% dalam 24 jam dan 0,29% dalam sepekan. Harga USDT diperdagangkan di level Rp16.298,09.
XRP mencatat peningkatan 0,27% dalam 24 jam dan 1,05% dalam sepekan. Harga XRP saat ini adalah Rp35.706,09 per koin.
Binance Coin (BNB) mengalami penurunan 0,57% dalam 24 jam dan 1,10% dalam sepekan. Harga BNB saat ini tercatat Rp10.486.861,22 per koin.
Solana (SOL) mengalami penurunan tipis 0,08% dalam sehari, dan 1,55% dalam sepekan. Harga SOL diperdagangkan di level Rp2.376.747,20 per koin.
USD Coin (USDC) juga mengalami penurunan, yaitu 0,93% dalam 24 jam dan 0,32% dalam sepekan. Harga USDC saat ini berada di Rp16.289,64.
Dogecoin (DOGE) melemah 0,10% dalam sehari dan 2,63% dalam sepekan. Harga DOGE saat ini adalah Rp2.699,77 per token.
Cardano (ADA) mengalami penurunan 0,24% dalam 24 jam terakhir dan 4,10% dalam sepekan. Harga ADA berada di level Rp9.567,84 per koin.
Terakhir, Tron (TRX) melemah 0,82% dalam 24 jam, namun masih menguat 0,49% dalam sepekan. Harga TRX saat ini diperdagangkan di Rp4.458,31.
Total kapitalisasi pasar kripto hari ini mencapai Rp3,27 triliun, meningkat 0,52%.
Dampak Geopolitik terhadap Harga Bitcoin: Analisis Tokocrypto
Menurut analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, harga Bitcoin cenderung stabil selama konflik-konflik geopolitik baru-baru ini.
Konflik Rusia-Ukraina (2022), Israel-Gaza (2023), dan Iran-Israel (2025) tidak terlalu memengaruhi harga Bitcoin secara signifikan dalam jangka panjang.
Fyqieh menjelaskan bahwa konflik geopolitik justru dapat meningkatkan ekspektasi inflasi global. Hal ini berpotensi menguntungkan Bitcoin dalam jangka panjang.
Sebagai contoh, setelah serangan rudal Israel ke Iran pada 13 Juni 2025, harga Bitcoin sempat turun, tetapi kemudian pulih.
Bahkan, perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, membeli 10.001 BTC senilai USD 1 miliar pada 16 Juni 2025.
Meskipun demikian, Fyqieh mengingatkan bahwa Bitcoin tetap rentan terhadap reaksi pasar awal setelah konflik pecah. Potensi tekanan jual sementara tetap ada.
Strategi Industri Kripto Menghadapi Ketidakpastian Geopolitik
Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan dinamika ekonomi makro tidak menghentikan industri kripto.
Perusahaan bursa kripto justru memperkuat ekosistem dan strategi internal untuk memenuhi kebutuhan investor.
CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, menyatakan bahwa situasi saat ini menjadi peluang untuk meningkatkan edukasi pasar.
Tokocrypto menekankan pentingnya pemahaman investor terhadap nilai jangka panjang aset digital, khususnya Bitcoin, teknologi blockchain, dan Web3.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi pergerakan yang beragam di pasar kripto, Bitcoin menunjukkan ketahanan relatif terhadap ketidakpastian geopolitik. Industri kripto terus beradaptasi dan berfokus pada edukasi investor untuk membangun kepercayaan jangka panjang. Perkembangan selanjutnya perlu terus dipantau untuk melihat dampak jangka panjang dari situasi geopolitik global terhadap pasar kripto.











