Ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik Iran-Israel, berdampak pada pasar kripto. Tokocrypto, salah satu perusahaan kripto di Indonesia, mencatat penurunan volume perdagangan.
Penurunan ini berada di kisaran 3% hingga 5% selama periode eskalasi konflik. Namun, Tokocrypto menilai penurunan tersebut masih dalam batas wajar, sejalan dengan tren konsolidasi global pasar kripto.
Dampak Konflik Geopolitik terhadap Perdagangan Kripto di Tokocrypto
Meskipun volume perdagangan mengalami penurunan, Bitcoin tetap bertahan di atas level psikologis USD 100.000.
Menariknya, investor institusional justru mendominasi perdagangan di platform Tokocrypto, melebihi 50% dari total volume transaksi.
Menurut CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, penurunan volume tersebut terjadi selama eskalasi konflik Israel-Iran dan ketidakpastian ekonomi global.
Namun, fenomena unik justru terjadi: jumlah pengguna baru yang melakukan transaksi pertama meningkat hingga 20%.
Analisis Pasar dan Proyeksi Tokocrypto untuk Kuartal Ketiga 2025
Iqbal berpendapat bahwa dinamika geopolitik mendorong investor untuk berefleksi terhadap nilai jangka panjang aset digital, seperti Bitcoin dan teknologi blockchain.
Ia memproyeksikan pembalikan tren harga pada kuartal ketiga 2025, seiring meredanya konflik dan peningkatan kepastian kebijakan moneter global, khususnya dari The Fed.
Peningkatan jumlah pengguna baru yang melakukan transaksi pertama (first trade) sebesar 20% menjadi bukti minat masyarakat terhadap kripto tetap tinggi.
Tokocrypto berkomitmen memperkuat ekosistem kripto melalui edukasi dan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan investor ritel dan institusi.
Respons Pasar Terhadap Kebijakan The Fed dan Pergerakan Harga Bitcoin
Harga Bitcoin relatif stabil setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25% hingga 4,5%.
Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar dan tak memberikan kejutan besar yang berdampak signifikan pada harga Bitcoin.
Sebelumnya, harga Bitcoin sempat mencapai hampir USD 110.000 sebelum terkoreksi 2,8% akibat serangan Israel terhadap Iran.
Sejak saat itu, harga Bitcoin stagnan, dan keputusan The Fed pun tak memicu lonjakan harga yang berarti.
Presiden AS Donald Trump mengekspresikan kekecewaannya terhadap keputusan The Fed, sementara memuji data ketenagakerjaan yang positif.
Harga Bitcoin hari ini sedikit naik, 0,42%, menjadi USD 104.364. Namun secara mingguan, BTC masih mengalami penurunan 4,25%.
Volume perdagangan 24 jam terakhir turun hampir 18% menjadi USD 46,93 miliar, menunjukkan pasar yang lesu.
Meskipun demikian, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan naik sedikit, 0,61%, menjadi USD 2,07 triliun. Dominasi Bitcoin juga menguat menjadi 64,90%.
Kesimpulannya, meskipun terdapat tantangan akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, minat terhadap aset kripto tetap tinggi, khususnya di kalangan investor baru. Tokocrypto optimistis pasar kripto Indonesia akan semakin kuat dan solid di masa mendatang.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Lakukan riset dan analisis sebelum berinvestasi dalam kripto.











