Kinerja emiten sektor ritel di Indonesia menunjukkan tren positif pada kuartal I 2025. Meskipun terdapat variasi performa antar perusahaan, mayoritas berhasil mencatatkan peningkatan penjualan. Hal ini menunjukkan optimisme di sektor ritel dalam menghadapi dinamika ekonomi terkini.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah berbagai tantangan, mulai dari inflasi hingga perubahan perilaku konsumen. Analisis lebih lanjut mengenai kinerja beberapa emiten ritel terkemuka akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
Kinerja Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) dan Midi Utama Indonesia (MIDI)
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart, menorehkan prestasi gemilang.
Pendapatan bersihnya mencapai Rp 32,77 triliun hingga Maret 2025, meningkat 11,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 29,32 triliun).
Kenaikan pendapatan ini berdampak positif pada laba. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik 9,5% menjadi Rp 964,52 miliar.
Sementara itu, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan.
Pendapatan bersih MIDI mencapai Rp 5,52 triliun pada kuartal I 2025, naik dari Rp 4,79 triliun di periode sama tahun lalu.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tumbuh signifikan, sekitar 20,06%, menjadi Rp 190,37 miliar.
Kinerja DFI Retail Nusantara (HERO)
PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) juga mencatatkan peningkatan penjualan dan profitabilitas di kuartal I 2025.
Pendapatan bersih HERO mencapai Rp 1,21 triliun, meningkat dari Rp 1,07 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Yang patut disoroti adalah berbaliknya posisi laba-rugi. Pada kuartal I 2025, HERO berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 27,13 miliar, setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya mengalami kerugian Rp 1,12 miliar.
Hadrianus Wahyu Trikusumo, Presiden Direktur HERO, menjelaskan bahwa kinerja positif ini didorong oleh peningkatan penjualan selama Lebaran dan kinerja solid Guardian Health and Beauty.
Meskipun kinerja IKEA masih menghadapi tantangan, langkah pengendalian biaya yang efektif berkontribusi pada perbaikan kinerja secara keseluruhan.
Guardian mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba dua digit. Hal ini didukung peningkatan jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan premium dan lokasi wisata.
HERO optimistis sektor kesehatan dan kecantikan akan mempertahankan momentum positif, meskipun masih ada ketidakpastian di sektor furnitur rumah tangga.
Kinerja Aspirasi Hidup Indonesia (ACES), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Ramayana Lestari Sentosa (RALS)
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencatat pertumbuhan penjualan bersih 7,2%, mencapai Rp 2,13 triliun.
Namun, laba bersih periode berjalan justru turun 30,86% menjadi Rp 141,60 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh pergeseran waktu pembayaran THR Lebaran 2025 dan kenaikan biaya iklan untuk rebranding AZKO.
Meskipun demikian, manajemen ACES tetap optimistis akan mencatatkan pertumbuhan laba bersih positif untuk tahun penuh 2025.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan kinerja positif dengan pertumbuhan pendapatan dan laba.
Pendapatan bersih MAPI mencapai Rp 9,30 triliun, tumbuh 5,82% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Laba bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk juga meningkat 14,07% menjadi Rp 472,26 miliar.
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.
Pendapatan RALS naik 38,17% menjadi Rp 1,14 triliun pada kuartal I 2025.
Laba tahun berjalan pun meningkat tajam, mencapai 103,9% menjadi Rp 217,87 miliar.
Secara keseluruhan, kinerja emiten sektor ritel di kuartal I 2025 menunjukkan tren positif, meskipun ada variasi di antara perusahaan. Faktor-faktor seperti peningkatan daya beli konsumen dan strategi bisnis yang efektif berperan penting dalam pencapaian ini. Namun, tantangan tetap ada, dan kemampuan emiten dalam beradaptasi dengan perubahan pasar akan menentukan keberhasilan mereka di masa mendatang.











