PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) berinvestasi besar-besaran di tahun 2025. Perusahaan mengalokasikan hampir Rp200 miliar untuk membeli mesin Positron Emission Tomography-Computed Tomography (PET/CT) Scanner. Mesin ini merupakan salah satu alat pemindai kanker tercanggih di dunia dan yang pertama di Asia. Investasi ini merupakan prioritas utama pengembangan RSGK di tahun depan.
Investasi Ratusan Miliar untuk PET/CT Scanner Tercanggih
Direktur PT Kedoya Adyaraya Tbk, Armen Antonius Djan, menyatakan bahwa pembelian mesin PET/CT Scanner merupakan investasi utama perusahaan di tahun 2025. Pembelian mesin ini telah dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Total biaya pembelian mencapai hampir Rp200 miliar. Pembayaran dilakukan secara bertahap, dengan Rp50 miliar telah dibayarkan.
Mesin canggih ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di RS EMC Grha Kedoya. Perusahaan juga mengalokasikan dana tambahan Rp20-30 miliar untuk penggantian alat-alat yang sudah usang.
Keunggulan Mesin PET/CT Scanner Baru
Mesin PET/CT Scanner buatan Siemens, Jerman, ini memiliki keunggulan signifikan dibandingkan mesin sejenis. Waktu pemindaian yang dibutuhkan hanya 4 menit, jauh lebih cepat dari mesin konvensional yang membutuhkan waktu 20-30 menit.
Selain kecepatan, dosis isotop yang digunakan juga lebih rendah. Hal ini membuat proses pemindaian lebih aman dan nyaman bagi pasien.
Dampak Investasi dan Rencana Ke Depan
Mesin PET/CT Scanner ditargetkan beroperasi pada akhir Juli 2025. Namun, dampak finansialnya terhadap kinerja perusahaan baru akan terlihat signifikan pada tahun 2026.
Sebagai konsekuensi dari investasi besar ini, RSGK memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan bisnis dan modal kerja.
Direktur Utama RSGK, dr. Juniwati Gunawan, turut menjelaskan tentang keputusan ini. Ia menekankan bahwa fokus utama adalah pengembangan dan peningkatan layanan kesehatan.
Dengan investasi besar ini, RSGK menunjukkan komitmennya dalam menyediakan teknologi kesehatan terkini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing rumah sakit di pasar. Ke depannya, pengembangan teknologi medis dan layanan kesehatan akan terus menjadi fokus utama RSGK.











