Ant International, perusahaan fintech global pimpinan Jack Ma, tengah mempercepat ekspansi globalnya. Langkah terbaru perusahaan ini adalah pengajuan lisensi stablecoin di beberapa negara di Asia dan Eropa. Ini menunjukkan ambisi Ant Group untuk memperluas jangkauan pembayaran lintas batasnya yang didukung teknologi blockchain.
Strategi ini diyakini sebagai upaya Ant Group untuk mengurangi ketergantungan pada pasar domestik Tiongkok, yang belakangan memberlakukan regulasi ketat terhadap industri pinjaman online.
Ant International Incar Lisensi Stablecoin di Tiga Wilayah Strategis
Ant International berencana mengajukan lisensi stablecoin di Hong Kong, Singapura, dan Luksemburg. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat layanan pembayaran lintas batas berbasis blockchain.
Menurut laporan Bloomberg, perusahaan telah mengonfirmasi rencana permohonan lisensi penerbit stablecoin yang terpatok pada mata uang fiat di Hong Kong. Peraturan baru Hong Kong tentang stablecoin akan berlaku mulai Agustus 2025.
Pengajuan lisensi di Singapura dan Luksemburg akan menyusul. Ketiga wilayah ini dipilih karena memiliki regulasi aset digital yang progresif dan mendukung inovasi teknologi Web3.
Regulasi di Hong Kong dan Dampaknya terhadap Ant International
Pemerintah Hong Kong mengumumkan peraturan baru terkait stablecoin pada akhir Mei 2025. Peraturan ini mewajibkan semua entitas yang menerbitkan stablecoin yang dipatok pada dolar Hong Kong atau beroperasi di wilayah tersebut untuk memperoleh lisensi dari Otoritas Moneter Hong Kong.
Aturan ini efektif mulai 1 Agustus 2025. Hal ini menjadi pendorong bagi Ant International untuk segera mengajukan permohonan lisensi di Hong Kong agar dapat terus beroperasi secara legal.
Hong Kong dan Singapura dikenal aktif mempromosikan inovasi di bidang Web3. Sementara Luksemburg menawarkan akses strategis ke pasar keuangan Eropa.
Ekspansi Ant International dan Dominasi Pasar Blockchain
Upaya Ant International untuk mendapatkan lisensi stablecoin merupakan bagian dari rencana ekspansi yang lebih besar. Perusahaan ini juga berfokus untuk mengembangkan layanan perbendaharaan dan pembayaran lintas batas.
Platform blockchain milik Ant International, Whale, telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan transaksi global perusahaan. Pada 2024, Ant Group memproses transaksi global lebih dari USD 1 triliun, dengan sekitar sepertiganya melalui infrastruktur blockchain.
Ekspansi ini juga merupakan strategi Ant Group untuk mengurangi ketergantungan pada pasar domestik, mengingat regulasi ketat yang diberlakukan di Tiongkok.
Data dari CryptoQuant menunjukkan Binance memegang simpanan stablecoin terbesar di antara bursa kripto utama, mencapai sekitar USD 31 miliar pada Mei 2025. Ini menunjukkan dominasi Binance dalam hal likuiditas.
Sepanjang tahun ini, Binance telah menerima arus masuk stablecoin kumulatif sebesar USD 180 miliar, menunjukkan kepercayaan investor terhadap platform tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi memiliki risiko.
Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan bukan sebagai saran investasi. Lakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi di pasar kripto.











