Jumlah penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester I 2025 mengalami penurunan signifikan. Hanya 14 perusahaan yang melakukan IPO hingga 20 Juni 2025, jauh lebih sedikit dibandingkan 25 perusahaan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun 2024 lalu, tercatat 41 perusahaan melakukan IPO sepanjang tahun.
Penurunan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi pasar modal Indonesia. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan penjelasan terkait fenomena ini dan langkah-langkah yang diambil BEI untuk meningkatkan jumlah IPO di masa mendatang.
BEI Jelaskan Penyebab Menurunnya Tren IPO Semester I 2025
Menurut Nyoman, menjadi perusahaan terbuka merupakan keputusan strategis yang bersifat sekali seumur hidup bagi perusahaan. Oleh karena itu, BEI sangat mengapresiasi perusahaan yang mempersiapkan diri secara optimal untuk IPO.
Kesuksesan IPO sangat bergantung pada kesiapan internal perusahaan. Aspek krusial meliputi struktur keuangan yang sehat, tata kelola yang baik, manajemen yang kompeten, dan narasi yang kuat dan menarik bagi investor.
BEI mendorong perusahaan untuk melakukan persiapan IPO yang matang. Meskipun persiapan ini membutuhkan waktu yang lebih lama, BEI menekankan pentingnya kesiapan baik saat IPO maupun setelahnya untuk keberhasilan jangka panjang.
BEI Perketat Seleksi IPO Demi Kualitas Pasar Modal
BEI memastikan proses evaluasi dokumen pencatatan efek dilakukan secara konsisten dan sesuai regulasi. Tidak ada perlakuan istimewa, namun penilaian dilakukan secara komprehensif, meliputi aspek formal dan non-formal.
Penilaian formal meliputi pemenuhan persyaratan teknis dan administratif. Sementara itu, aspek non-formal memperhatikan kelangsungan usaha, kualitas manajemen, dan aspek strategis lainnya.
Dengan pendekatan komprehensif ini, BEI tetap terbuka bagi perusahaan yang ingin go public. Namun, hanya perusahaan yang benar-benar siap yang akan diterima, sejalan dengan komitmen BEI untuk menjaga kualitas pasar modal nasional.
BEI Tingkatkan Edukasi dan Pendampingan untuk Mendukung IPO
Untuk menarik lebih banyak perusahaan melakukan IPO, BEI gencar melakukan edukasi dan pendampingan secara aktif dan berkelanjutan. Unit kerja khusus dibentuk untuk membantu perusahaan memahami proses go public.
BEI terus melakukan pengembangan dan edukasi untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh terkait IPO. Sasarannya tidak hanya perusahaan swasta, tetapi juga BUMN dan BUMD berskala besar.
Berbagai inisiatif telah dilakukan, termasuk _go public workshop_, _coaching clinic_, pertemuan individu (_one-on-one meeting_), dan _networking event_. Hal ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan para profesional di pasar modal.
Tujuannya adalah untuk mempermudah akses perusahaan ke ekosistem pasar modal dan mempercepat transformasi menjadi perusahaan terbuka.
BEI juga sedang melakukan kajian strategis mengenai IPO. Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti grup usaha besar, calon emiten potensial, investor, dan lembaga pemerintah.
Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat perusahaan terhadap IPO, tantangan yang dihadapi, dan harapan terhadap regulasi serta ekosistem pasar modal.
Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi untuk reformasi kebijakan dan penguatan infrastruktur pasar modal Indonesia. Dengan langkah-langkah ini, BEI optimistis dapat meningkatkan jumlah IPO dan memperkuat pasar modal Indonesia.
Kesimpulannya, penurunan jumlah IPO di semester I 2025 menunjukkan perlunya strategi yang komprehensif. BEI telah mengambil langkah proaktif melalui peningkatan seleksi, edukasi dan pendampingan, serta kajian strategis bersama pemangku kepentingan untuk mendorong lebih banyak perusahaan melakukan IPO di masa mendatang. Hal ini penting untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan pasar modal Indonesia.











