Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Kamis, 12 Juni 2025. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual yang dilakukan oleh investor asing, menyebabkan IHSG menutup perdagangan di angka 7.204,37. Penurunan ini sebesar 0,25% dari penutupan sebelumnya.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG bergerak di kisaran 7.191,90 hingga 7.232,27 sepanjang hari perdagangan. Pelemahan IHSG berdampak pada kapitalisasi pasar BEI yang menyusut.
Penurunan IHSG dan Aktivitas Perdagangan
Kapitalisasi pasar BEI menyusut menjadi Rp 12.543 triliun akibat koreksi IHSG. Volume perdagangan saham mencapai 29,06 miliar saham.
Nilai transaksi tercatat Rp 13,56 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,40 juta kali. Sebagian besar sektor saham mengalami pelemahan.
Pergerakan Sektoral dan Aksi Investor Asing
Hanya sektor transportasi yang mencatatkan penguatan signifikan, naik 1,32%. Sektor consumer siklikal dan keuangan juga mengalami sedikit peningkatan.
Di sisi lain, sektor teknologi mengalami koreksi terbesar dengan penurunan 1,32%. Sektor dasar, kesehatan, energi, industri, consumer nonsiklikal, properti, dan infrastruktur juga mengalami pelemahan.
Investor asing melakukan aksi jual bersih saham senilai Rp 282,35 miliar pada Kamis, 12 Juni 2025. Aksi jual ini menambah total penjualan saham asing sepanjang tahun 2025 menjadi Rp 49,06 triliun.
Saham-Saham yang Dilepas dan Dibeli Investor Asing
Berdasarkan data Stockbit, berikut 10 saham yang paling banyak dilepas investor asing pada Kamis, 12 Juni 2025:
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Rp 74,66 miliar
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Rp 62,61 miliar
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO): Rp 61,49 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 60,59 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 56,74 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp 56,63 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 32,69 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp 32,30 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Rp 31,12 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk (INKP): Rp 22,32 miliar
Sementara itu, berikut 10 saham yang paling banyak dibeli investor asing:
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 112,42 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp 53,32 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 49,79 miliar
- PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA): Rp 39,76 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 37,61 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 35,51 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp 20,02 miliar
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Rp 14,64 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Rp 13,04 miliar
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Rp 12,49 miliar
Analisis Sentimen Pasar dan Prospek IHSG
Lionel Priyadi, Fixed Income and Macro Strategist Mega Capital Indonesia, menilai pelemahan IHSG dipengaruhi oleh melemahnya indeks kepercayaan konsumen pada Mei 2025.
Dari sisi global, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi penerapan tarif perdagangan sepihak juga berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Meskipun Menteri Keuangan AS menyatakan kemungkinan perpanjangan penangguhan tarif, ketidakpastian tetap ada dan dapat mempengaruhi kinerja IHSG ke depannya. Kondisi ini perlu terus dipantau.
Secara keseluruhan, penurunan IHSG pada 12 Juni 2025 merupakan gabungan dari faktor domestik dan global. Perlu diwaspadai potensi penurunan lebih lanjut mengingat ketidakpastian global yang masih ada. Pemantauan terhadap sentimen investor dan perkembangan ekonomi baik domestik maupun internasional sangat krusial untuk memprediksi pergerakan IHSG selanjutnya.











