Dian Widayanti, seorang investor saham syariah, memulai perjalanan investasinya pada tahun 2018. Jauh sebelum tren investasi melanda generasi Z selama pandemi, Dian telah merasakan tantangan mencari informasi investasi yang akurat.
Ketidakjelasan informasi tersebut mendorongnya untuk menggunakan jasa penasihat keuangan. Namun, keputusannya ini dilandasi oleh keinginan untuk mengatur keuangan keluarga secara lebih bijak dan terencana, bukan sekadar mengikuti tren.
Perjalanan Investasi yang Mindful
Dian mengaku kesulitan mendapatkan informasi investasi yang tepat di awal perjalanannya. Ia membutuhkan panduan yang terpercaya untuk mencapai tujuan keuangannya.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menyewa seorang penasihat keuangan. Tujuan utamanya adalah merencanakan keuangan pribadi dan keluarga dengan lebih mindful dan terarah.
Seiring berjalannya waktu, Dian mulai belajar secara mandiri. Ia mengikuti berbagai kelas investasi yang semakin banyak tersedia.
Setelah menguasai ilmu investasi, Dian memberanikan diri untuk bertransaksi sendiri. Proses belajar mandiri ini, meski menantang di awal, akhirnya membentuk pemahaman dan kemandiriannya dalam berinvestasi.
Investasi Syariah: Lebih dari Sekadar Keuntungan Finansial
Bagi Dian, pemilihan saham syariah bukan hanya soal memaksimalkan keuntungan. Ia ingin agar investasinya selaras dengan nilai-nilai yang diyakininya.
Investasi syariah baginya bukan hanya tentang aturan boleh atau tidak boleh. Lebih dari itu, ia mengedepankan keberkahan dan ketentraman batin.
Fitur-fitur aplikasi investasi syariah sangat membantunya. Aplikasi tersebut secara otomatis menyaring saham konvensional dan memberikan peringatan jika ada saham yang berpotensi mengandung unsur riba.
Keberadaan indeks seperti JII (Jakarta Islamic Index) dan ISSI (Indonesia Sharia Stock Index), serta peran Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan DPS (Dividen Per Saham) sangat membantu. Hal ini memudahkan investor syariah untuk konsisten menjalankan prinsip investasi sesuai syariat Islam.
Komunitas dan Data: Kunci Sukses Investasi Syariah
Meskipun kini aktif berbagi edukasi investasi, Dian tidak bergantung pada rekomendasi influencer. Ia lebih memilih komunitas saham yang memberikan data dan analisis objektif.
Informasi yang valid dan independen memungkinkan Dian untuk membuat keputusan investasi berdasarkan kebutuhan dan data riil. Ia menganjurkan para pemula untuk banyak belajar dan mengikuti kelas investasi.
Dian menekankan pentingnya memahami proses _screening_ saham syariah secara bertahap. Ia menyarankan untuk memulai dengan indeks seperti JII atau ISSI.
Setelah itu, pelajari fundamental perusahaan yang akan diinvestasikan. Pastikan juga pilihan investasi tersebut sesuai dengan profil risiko masing-masing investor. Pengambilan keputusan investasi harus berdasarkan data, bukan tren semata.
Dian juga memberikan tanggapan jujur mengenai saham syariah yang masuk dalam daftar boikot. Ia menjelaskan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MUI tidak menyatakan haram saham tersebut selama perusahaan secara internal menjalankan prinsip syariah.
Namun, Dian menegaskan bahwa saham adalah bentuk kepemilikan. Jika hati merasa tidak nyaman dengan saham tertentu, meskipun berstatus syariah, maka menjual saham tersebut adalah keputusan yang diperbolehkan.
Menurutnya, investasi saham juga melibatkan aspek personal. Jika tidak nyaman, investor berhak untuk melepas saham tersebut.
Secara keseluruhan, perjalanan investasi Dian Widayanti menunjukkan pentingnya perencanaan keuangan yang mindful, pembelajaran berkelanjutan, serta pemilihan instrumen investasi yang selaras dengan nilai-nilai pribadi. Komunitas dan data menjadi kunci untuk pengambilan keputusan investasi yang bijak dan terhindar dari jebakan tren.











