Investasi di sektor otomotif Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam lima tahun terakhir (2020-2024), mencapai angka fantastis Rp 157 triliun. Hal ini menunjukkan potensi besar pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri.
Kontribusi sektor otomotif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur Indonesia juga cukup besar, rata-rata 7,6 persen dalam periode tersebut. Angka investasi yang besar ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Investasi Masif di Industri Otomotif dan Peluang Kendaraan Listrik
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan realisasi investasi di sektor otomotif mencapai lebih dari Rp 157 triliun selama periode 2020-2024. Angka ini sangat signifikan dan menunjukkan optimisme terhadap masa depan industri otomotif Indonesia.
Rosan menambahkan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV). Keunggulan Indonesia terletak pada ketersediaan sumber daya alam, khususnya nikel, yang merupakan bahan baku utama baterai EV.
Indonesia telah membangun ekosistem baterai EV yang lengkap, mulai dari hulu hingga hilir. Proses ini meliputi pertambangan nikel, pengolahan menjadi nickel mate dan nickel sulfate, pembuatan prekursor, katoda, anoda, sel baterai, hingga perakitan battery pack dan daur ulang baterai.
Potensi Ekspor Baterai EV ke Produsen Global
Indonesia optimistis baterai EV produksi dalam negeri dapat diekspor ke berbagai negara, termasuk produsen mobil listrik ternama seperti Tesla dan BYD. Hal ini didorong oleh kelengkapan ekosistem baterai EV yang telah dibangun di Indonesia.
Investasi dari berbagai negara, termasuk China, Korea, Perancis, dan lainnya, menunjukkan kepercayaan investor global terhadap potensi industri baterai EV Indonesia. Ini menjadi bukti nyata Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global.
Pemerintah Indonesia yakin bahwa ekosistem baterai EV yang lengkap di Indonesia memberikan keunggulan kompetitif dalam persaingan global. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat produksi baterai EV di Asia Tenggara.
Kucuran Investasi untuk Pabrik Mobil Listrik
Sepanjang tahun 2024 hingga Maret 2025, tujuh perusahaan asing telah menyatakan minat untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Total nilai investasi yang ditanamkan mencapai Rp 15,4 triliun.
Tujuh perusahaan tersebut adalah pemain besar di industri otomotif global. Beberapa di antaranya adalah BYD, Citroen, Aion, Maxus, Gili, VinFast, dan VW. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap potensi pasar otomotif di Indonesia.
Dengan kapasitas produksi yang direncanakan mencapai 281 ribu unit per tahun, investasi ini akan memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia, termasuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan devisa negara.
Produksi mobil listrik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Proyeksi produksi pada tahun 2030 mencapai 2,5 juta unit per tahun. Pemerintah Indonesia akan terus mendukung pengembangan industri otomotif, khususnya kendaraan listrik.
Secara keseluruhan, investasi masif di sektor otomotif dan kesiapan ekosistem kendaraan listrik menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain utama dalam industri otomotif global. Potensi ekspor baterai dan mobil listrik akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Langkah-langkah strategis pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan investasi asing akan semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar global.











