PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI resmi meluncurkan *Sustainable Funding Framework* sebagai landasan pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan. Langkah ini menandai komitmen SMI dalam mendukung proyek-proyek yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial. Peluncuran ini bertepatan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Keberlanjutan I tahap pertama tahun 2025.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menekankan pentingnya kolaborasi dengan investor untuk membiayai pembangunan berkelanjutan. Melalui *framework* ini, transparansi dan terukur menjadi kunci dalam penyaluran dana.
PUB Obligasi Keberlanjutan I: Target Rp 1 Triliun di Tahap Awal
PT SMI menargetkan penghimpunan dana maksimal Rp 1 triliun pada tahap pertama PUB Obligasi Keberlanjutan I. Total rencana PUB mencapai Rp 12 triliun.
Obligasi ini telah meraih peringkat idAAA (Triple A) dari Pefindo, menunjukkan risiko gagal bayar yang sangat rendah. Peringkat ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kinerja keuangan dan tata kelola PT SMI.
Obligasi terdiri dari tiga seri dengan tenor berbeda: Seri A (370 hari) dengan kupon 6,15%–6,50%; Seri B (3 tahun) dengan kupon 6,25%–6,75%; dan Seri C (5 tahun) dengan kupon 6,25%–6,80%. Pembayaran kupon dilakukan triwulanan, dan obligasi tidak dijaminkan (clean basis).
*Framework* Komprehensif Berbasis Prinsip Internasional
*Sustainable Funding Framework* PT SMI dirancang untuk menaungi berbagai skema pendanaan berkelanjutan, termasuk Green, Social, Sustainability, Blue, dan Orange Bonds. *Framework* ini selaras dengan prinsip-prinsip internasional seperti Green Bond Principles, Social Bond Principles, dan Sustainability Bond Guidelines dari ICMA.
*Framework* ini juga mencakup Blue Bonds Guidelines dari IFC dan Orange Bond Principles dari Orange Movement. Instrumen yang termasuk dalam *framework* ini beragam, mulai dari obligasi, MTN, sukuk, pinjaman bank, hingga fasilitas pembiayaan syariah. Sustainalytics telah memvalidasi *framework* ini melalui Second Party Opinion (SPO), memastikan keselarasannya dengan standar global.
Dana untuk Proyek Hijau, Sosial, Biru, dan Oranye
Dana yang terkumpul akan disalurkan ke berbagai proyek berkelanjutan. Proyek-proyek ini meliputi:
- Green Projects: Energi terbarukan, efisiensi energi, dan transportasi ramah lingkungan.
- Social Projects: Infrastruktur pendidikan dan kesehatan.
- Blue Projects: Transportasi maritim berkelanjutan.
- Orange Projects: Kesetaraan gender dan pemberdayaan kelompok rentan.
PT SMI memastikan proses seleksi dan evaluasi proyek yang ketat, mempertimbangkan kelayakan finansial dan risiko ESG (Environmental, Social, and Governance). Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam penggunaan dana.
Dengan peluncuran *Sustainable Funding Framework* dan penerbitan Obligasi Keberlanjutan I, PT SMI menunjukkan komitmen kuatnya terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menarik minat investor yang ingin berkontribusi pada proyek-proyek yang memberikan dampak sosial dan lingkungan yang nyata dan terukur. Kepercayaan investor tercermin dari peringkat idAAA yang diraih obligasi tersebut.











