Grup Djarum, konglomerat bisnis ternama di Indonesia, resmi melebarkan sayapnya ke sektor kesehatan. Langkah strategis ini ditandai dengan akuisisi saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), perusahaan pengelola jaringan rumah sakit Hermina.
Transaksi ini melibatkan pembelian sejumlah besar saham HEAL oleh salah satu anak perusahaan Grup Djarum, yaitu PT Dwimuria Investama Andalan. Akuisisi ini menandai langkah signifikan Grup Djarum dalam diversifikasi portofolio bisnisnya.
Akuisisi Saham HEAL oleh Grup Djarum
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Minggu, 29 Juni 2025, PT Dwimuria Investama Andalan telah mengakuisisi 559.185.300 saham treasuri HEAL.
Jumlah tersebut setara dengan 3,64% kepemilikan saham HEAL, dengan harga transaksi sebesar Rp 1.875 per saham. Total nilai transaksi mencapai Rp 1,04 triliun.
Wakil Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk, Yulisa Khiat, menyatakan transaksi dilakukan pada 25 Juni 2025 di luar bursa. Setelah transaksi ini, saldo saham treasuri HEAL menjadi nol.
PT Medikaloka Hermina dan PT Dwimuria Investama Andalan dinyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi.
Pemegang Saham HEAL Pasca Akuisisi
Selain Grup Djarum, beberapa entitas besar lainnya juga tercatat sebagai pemegang saham HEAL. Salah satunya adalah Grup Astra melalui PT Astra International Tbk, yang memiliki 7,23% saham.
Pemegang saham lainnya antara lain Hasmoro (4,78%), Binsar Parasian Simorangkir (5,34%), Lydia Immanuel (5,56%), dan Meijani Wibowo (2,15%). Sisanya, sebesar 58,52%, dimiliki oleh publik.
Perlu dicatat bahwa data kepemilikan saham ini berlaku setelah akuisisi Grup Djarum.
Dampak Akuisisi terhadap Saham HEAL
Pengumuman akuisisi ini berdampak positif terhadap harga saham HEAL. Pada penutupan perdagangan Kamis, 26 Juni 2025, harga saham HEAL naik 3,27% ke level Rp 1.420 per saham.
Pada pembukaan perdagangan, harga saham HEAL bahkan sempat melonjak hingga Rp 1.450 per saham. Sepanjang hari perdagangan, saham HEAL berada di kisaran Rp 1.400 hingga Rp 1.460 per saham.
Total volume perdagangan mencapai 277.369 saham dengan nilai transaksi Rp 39,6 miliar.
Kenaikan harga saham HEAL menunjukkan respon positif pasar terhadap masuknya investor besar seperti Grup Djarum ke dalam perusahaan pengelola rumah sakit tersebut.
Ekspansi Grup Djarum di Sektor Kesehatan dan RS Hermina Nusantara
Langkah Grup Djarum berinvestasi di sektor kesehatan melalui akuisisi saham HEAL menunjukkan minat yang semakin besar terhadap industri ini. Investasi di HEAL membuka peluang bagi Grup Djarum untuk mengembangkan bisnisnya di bidang layanan kesehatan.
Salah satu rumah sakit di bawah naungan HEAL, RS Hermina Nusantara di IKN, Kalimantan Timur, telah beroperasi sejak Agustus 2024. Rumah sakit ini memiliki kapasitas 50 tempat tidur saat ini dan sedang dalam proses pengembangan hingga 100 tempat tidur.
RS Hermina Nusantara melayani pasien BPJS Kesehatan, meskipun pasien BPJS Kesehatan yang membutuhkan dokter spesialis membutuhkan rujukan.
RS Hermina Nusantara juga aktif melakukan kunjungan ke puskesmas sekitar IKN untuk memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Secara keseluruhan, akuisisi saham HEAL oleh Grup Djarum menandai langkah strategis dalam diversifikasi bisnis dan menunjukkan kepercayaan terhadap prospek industri kesehatan di Indonesia. Keberadaan rumah sakit Hermina, termasuk yang di IKN, semakin memperkuat posisi HEAL di pasar, sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan di wilayah tersebut.











