Grup Djarum, konglomerasi bisnis ternama Indonesia, resmi melebarkan sayapnya ke sektor kesehatan. Langkah strategis ini ditandai dengan akuisisi saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), emiten pengelola jaringan rumah sakit Hermina.
Investasi ini menandai langkah signifikan Djarum dalam diversifikasi portofolio bisnisnya, sekaligus memperkuat posisi Hermina di pasar layanan kesehatan Tanah Air. Besarnya nilai investasi dan dampaknya terhadap saham HEAL menjadi sorotan publik.
Akuisisi Saham HEAL oleh Grup Djarum
PT Medikaloka Hermina Tbk mengumumkan pengalihan 559.185.300 saham treasuri (saham yang dibeli kembali perusahaan) kepada PT Dwimuria Investama Andalan, salah satu perusahaan di bawah naungan Grup Djarum.
Pengalihan saham ini setara dengan 3,64% kepemilikan HEAL, dengan harga transaksi Rp 1.875 per saham. Total nilai transaksi mencapai angka fantastis, yakni Rp 1,04 triliun.
Transaksi dilakukan pada 25 Juni 2025 di luar Bursa Efek Indonesia (BEI), menurut keterangan Wakil Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk, Yulisa Khiat. Setelah transaksi, saldo saham treasuri HEAL menjadi nol.
Perlu ditekankan bahwa PT Medikaloka Hermina Tbk dan PT Dwimuria Investama Andalan dinyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi.
Struktur Kepemilikan Saham HEAL Pasca Akuisisi
Selain Grup Djarum, beberapa pemegang saham utama HEAL lainnya tetap bertahan. Grup Astra melalui PT Astra International Tbk masih menguasai 7,23% saham.
Pemegang saham lainnya meliputi Hasmoro (4,78%), Binsar Parasian Simorangkir (5,34%), Lydia Immanuel (5,56%), Meijani Wibowo (2,15%), dan publik (58,52%).
Perubahan struktur kepemilikan ini tentu akan menarik untuk diamati dampaknya terhadap strategi bisnis dan kinerja HEAL ke depannya.
Dampak Akuisisi terhadap Saham HEAL dan Ekspansi Hermina
Pengumuman akuisisi ini berdampak positif terhadap harga saham HEAL. Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 26 Juni 2025, harga saham HEAL tercatat naik 3,27% ke level Rp 1.420 per saham.
Saham HEAL bahkan dibuka pada harga Rp 1.450 per saham, mencapai titik tertinggi Rp 1.460 dan terendah Rp 1.400 per saham. Total volume perdagangan mencapai 277.369 saham dengan nilai transaksi Rp 39,6 miliar.
Keberhasilan akuisisi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis HEAL di masa mendatang. Investasi Grup Djarum ini kemungkinan besar akan mendorong ekspansi dan pengembangan layanan kesehatan Hermina.
Khususnya, ini dapat berdampak pada peningkatan kualitas layanan, perluasan jangkauan layanan, dan modernisasi teknologi di rumah sakit-rumah sakit Hermina.
Hermina Nusantara di IKN: Layanan Terjangkau untuk Masyarakat
Rumah Sakit Hermina Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, telah beroperasi sejak Agustus 2024. Rumah sakit ini menawarkan layanan kesehatan kepada masyarakat luas, termasuk pasien BPJS Kesehatan.
Saat ini, RS Hermina Nusantara memiliki 50 tempat tidur dan ditargetkan akan bertambah menjadi 100 tempat tidur pada akhir Januari 2025. Rumah sakit ini juga didukung oleh sembilan dokter spesialis.
RS Hermina Nusantara berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat IKN. Rumah sakit ini juga aktif melakukan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas sekitar IKN.
Hal ini selaras dengan komitmen Hermina untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia, sebuah tujuan yang semakin diperkuat dengan investasi Grup Djarum.
Secara keseluruhan, akuisisi saham HEAL oleh Grup Djarum menandai babak baru bagi industri kesehatan di Indonesia. Kolaborasi antara perusahaan swasta besar dengan jaringan rumah sakit ternama ini berpotensi besar untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan kesehatan di Tanah Air, khususnya bagi pasien BPJS Kesehatan di wilayah IKN. Ke depannya, perlu diperhatikan bagaimana sinergi ini akan berdampak pada inovasi dan perkembangan layanan kesehatan di Indonesia.











