Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa, 17 Juni 2025. Kenaikan ini terjadi setelah kabar kerjasama investasi strategis dengan Indonesia Investment Authority (INA) dan BPI Danantara tersiar. Harga saham TPIA ditutup menguat 3,28% di level Rp10.225, bahkan sempat mencapai Rp10.650 atau kenaikan 7,5% di awal sesi. Investor asing juga menunjukkan minat positif dengan aksi net buy senilai Rp38 miliar di pasar reguler.
Hal ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek TPIA jangka panjang. Kejelasan proyek ekspansi yang didukung investor strategis menjadi faktor pendorong utama. Menurut Mino, Retail Research Team Leader CGS International Indonesia, penutupan saham TPIA kemarin menunjukkan kinerja yang solid. Aksi net buy investor asing juga terbilang cukup besar.
Katalis Kenaikan Saham TPIA: Investasi Strategis dan Ekspansi Bisnis
Kenaikan signifikan saham TPIA didorong oleh nota kesepahaman antara INA, Danantara, dan TPIA senilai USD 800 juta (sekitar Rp 13 triliun). Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan pabrik klor-alkali dan etilen diklorida (CA-EDC) oleh anak usaha TPIA, PT Chandra Asri Alkali (CAA).
Pabrik CA-EDC ini ditargetkan memproduksi 400.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton EDC per tahun. Proyek ini mendukung substitusi impor dan hilirisasi mineral nasional, khususnya untuk industri pengolahan nikel.
Proyek ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Diperkirakan dapat menghemat devisa hingga Rp4,9 triliun dan berpotensi menghasilkan ekspor senilai Rp5 triliun per tahun. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri untuk bahan baku industri penting.
Analisis Teknikal Saham TPIA: Rekomendasi Bullish dengan Pertimbangan Support dan Resistance
Secara teknikal, tren saham TPIA masih bullish. Analis merekomendasikan pemantauan area support utama di level Rp10.000 dan Rp9.775. Area resistance berada di level Rp10.450 dan Rp10.675.
Selama harga saham bertahan di atas Rp9.700, saham TPIA masih berpotensi menguat. TPIA tetap menjadi rekomendasi saham yang layak dicermati dalam jangka pendek. Momentum entry disarankan disesuaikan dengan kondisi pasar saat pembukaan.
Katalis kuat berupa masuknya dana sovereign wealth fund dan rencana ekspansi besar menjadi penopang utama tren positif harga. Analis CGS International menyarankan untuk memantau level 9.700. Jika harga tetap di atas level tersebut, potensi penguatan masih terbuka.
Prospek Jangka Panjang TPIA: Diversifikasi dan IPO Anak Usaha
Selain proyek CA-EDC, TPIA melalui joint venture Aster Chemicals and Energy (dengan Glencore) berencana mengakuisisi aset condensate splitter milik PCS Pte. Ltd. di Singapura. Fasilitas tersebut akan direvitalisasi untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak.
Akuisisi ini melengkapi strategi hilirisasi TPIA di sektor energi dan petrokimia. TPIA juga mempersiapkan IPO untuk anak usahanya, Chandra Daya Investasi (CDI). Langkah ini berpotensi membuka akses pendanaan baru dan meningkatkan valuasi perusahaan induk.
Dukungan dari mitra strategis seperti INA dan Glencore menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap rencana ekspansi TPIA. Banyak katalis positif yang mendukung TPIA, termasuk akuisisi Aster dan rencana IPO anak usaha. Potensi jangka panjang saham TPIA dinilai signifikan.
Perlu diingat, setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab individu. Lakukan riset dan analisis mendalam sebelum berinvestasi.











