PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mengumumkan rencana ekspansi bisnisnya ke dua sektor baru. Hal ini disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada publik, sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan berkomitmen untuk transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Rencana ini akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 12 Juni 2025. Jika disetujui, COCO akan memasuki industri pengolahan gula dan industri tepung campuran serta adonan tepung.
Ekspansi ke Dua Sektor Baru
PT Wahana Interfood Nusantara akan menambah lini bisnisnya. Dua sektor baru yang akan digarap adalah industri pengolahan gula lainnya bukan sirop (KBLI 10729) dan industri tepung campuran dan adonan tepung (KBLI 10614).
Ini merupakan langkah strategis COCO untuk diversifikasi produk dan perluasan pasar. Perusahaan berharap ekspansi ini akan meningkatkan pendapatan dan daya saing di industri makanan.
Produk Baru yang Akan Dihasilkan
Sektor KBLI 10729 akan memproduksi berbagai macam produk pengolahan gula. Produk yang direncanakan antara lain Tiramisu Filling, Cheese Filling, White Glaze, Matcha Filling Glaze, Strawberry Filling Glaze, Mango Filling Glaze, Filling & Spread rasa buah, dan Icing Sugar.
Sementara itu, untuk sektor KBLI 10614, COCO akan memproduksi Whipping Cream. Kedua lini produksi ini akan menjadi bagian dari kegiatan usaha utama perusahaan.
Studi Kelayakan dan Proses Perizinan
Sebuah studi kelayakan telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ferdinand, Danar Ichsan dan Rekan. Studi ini mencakup aspek pasar, teknis, bisnis, manajemen, dan keuangan.
Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa rencana ekspansi ini layak dan berpotensi menguntungkan. Setelah RUPSLB menyetujui perubahan anggaran dasar dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, COCO akan mengajukan izin usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Perusahaan juga akan mengurus perizinan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) produk-produk barunya. Proses ini memerlukan waktu dan koordinasi yang baik dengan berbagai instansi terkait. Hingga saat ini, tidak ada keberatan dari pihak manapun terhadap rencana ekspansi ini.
Pengendali Saham dan Pendanaan
Mahogany Global Investment Pte. Ltd (MGI) saat ini menjadi pengendali COCO. Hal ini terjadi setelah MGI mengambil alih 273.041.348 lembar saham COCO melalui right issue pada Desember 2021.
Akuisisi saham tersebut membuat MGI memiliki 30,68 persen saham COCO. Dana hasil right issue sebagian besar digunakan untuk pelunasan utang di Bank Central Asia Tbk (BBCA), sisanya untuk modal kerja. MGI merupakan perusahaan investasi berbasis di Singapura yang dikendalikan oleh Meranti Global Investment Pte Ltd.
Kepemilikan saham MGI di COCO ini tentunya memberikan dukungan finansial untuk rencana ekspansi. Proses penawaran tender wajib juga telah dijalankan sesuai regulasi yang berlaku. Rencana ekspansi ini diharapkan akan membawa COCO pada pertumbuhan yang lebih signifikan di masa depan. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan berkembang di industri makanan dan minuman.











