Inggris membuat gebrakan dalam pengawasan aset digital. Negara tersebut baru saja menunjuk Andrew Small sebagai spesialis kripto pertama di Layanan Kepailitan.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan tajam kasus kebangkrutan yang melibatkan aset digital seperti Bitcoin, NFT, dan memecoin. Small, mantan penyidik polisi spesialis kejahatan ekonomi, akan memimpin upaya pelacakan dan pemulihan aset digital yang kerap tersembunyi.
Pengangkatan Spesialis Kripto di Layanan Kepailitan Inggris
Andrew Small, dengan latar belakang investigasi kejahatan ekonomi, dinilai tepat untuk peran ini. Keahliannya akan sangat krusial dalam menangani kompleksitas aset digital.
Meningkatnya kasus kebangkrutan yang melibatkan kripto mendorong langkah strategis ini. Layanan Kepailitan Inggris mengakui perlunya pakar untuk menangani aset digital yang kompleks.
Tugas dan Tanggung Jawab Spesialis Kripto
Tugas Small mencakup analisis jenis mata uang kripto yang terlibat dalam kasus kebangkrutan.
Ia juga akan menelusuri alur transaksi, dari platform pembelian hingga platform perdagangan dan penyimpanan aset digital. Penyelidikan akan mencakup berbagai token kripto, mulai dari Bitcoin dan Ether hingga Dogecoin dan NFT.
Neil Freebury, Kepala Intelijen di Layanan Kepailitan, mengatakan kehadiran Small akan meningkatkan kemampuan investigasi dan peluang pemulihan aset.
Aset Digital dalam Proses Kebangkrutan
Layanan Kepailitan menekankan pentingnya pelacakan dan pemulihan aset digital. Hal ini setara pentingnya dengan melacak aset konvensional seperti uang tunai dan properti.
Regulasi Kripto dan Kepemilikan Aset Digital di Inggris
Pengangkatan Small sejalan dengan upaya Inggris memperketat regulasi kripto. Mulai 2026, perusahaan aset digital diwajibkan melaporkan data lengkap pelanggan.
Data yang wajib dilaporkan meliputi nama, alamat, nomor pajak, dan detail transaksi. Aturan ini merupakan bagian dari Kerangka Pelaporan Aset Kripto OECD.
Tujuannya adalah meningkatkan transparansi dan mencegah penggelapan pajak. Hal ini juga menjadi antisipasi terhadap meningkatnya jumlah pengguna kripto di Inggris.
Sebuah survei dari Otoritas Perilaku Keuangan Inggris menunjukkan peningkatan kepemilikan kripto. Pada 2024, sekitar 12% orang dewasa di Inggris memiliki aset kripto, meningkat signifikan dari 4% di 2021.
Peningkatan kepemilikan kripto ini menunjukkan perlunya regulasi yang lebih ketat dan kemampuan investigasi yang lebih baik. Aset digital kini telah menjadi bagian integral dari proses investigasi kebangkrutan.
Dengan adanya spesialis kripto di Layanan Kepailitan, Inggris menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tantangan pengawasan aset digital. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelacakan dan pemulihan aset kripto dalam kasus kebangkrutan, sekaligus mendukung upaya penegakan hukum dan regulasi yang lebih efektif. Hal ini juga menunjukkan bahwa aset digital, seperti halnya aset konvensional, perlu diawasi dengan ketat untuk menjaga integritas sistem keuangan.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi pembaca.











