Inggris mengambil langkah signifikan dalam menghadapi tantangan pengawasan aset digital. Negara ini baru saja menunjuk Andrew Small sebagai spesialis kripto pertama di Layanan Kepailitan. Langkah ini merupakan respons terhadap peningkatan drastis kasus kebangkrutan yang melibatkan aset digital.
Meningkatnya kasus kebangkrutan terkait kripto ini didorong oleh popularitas aset digital seperti Bitcoin, NFT, dan memecoin. Andrew Small, mantan penyidik polisi dengan spesialisasi kejahatan ekonomi, akan berperan krusial dalam melacak dan memulihkan aset-aset digital yang seringkali disembunyikan dalam kasus-kasus tersebut.
Penunjukan Spesialis Kripto Pertama di Inggris
Pengangkatan Andrew Small menandai babak baru dalam penanganan kasus kebangkrutan yang melibatkan aset digital di Inggris. Keahliannya dalam kejahatan ekonomi akan sangat bermanfaat dalam mengungkap dan memulihkan aset kripto yang kompleks.
Small sendiri menyatakan bahwa kepemilikan kripto di Inggris meningkat pesat. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan kasus kebangkrutan yang melibatkan aset digital tersebut.
Layanan Kepailitan mencatat peningkatan signifikan kasus kebangkrutan terkait kripto dalam lima tahun terakhir. Peningkatannya mencapai 420%, dengan total nilai aset digital yang berhasil diidentifikasi juga mengalami lonjakan.
Tugas dan Tanggung Jawab Andrew Small
Tugas utama Andrew Small mencakup memberikan saran terkait jenis mata uang kripto yang terlibat dalam kasus kebangkrutan. Ia juga akan menganalisis bagaimana transaksi dilakukan, termasuk platform pembelian, penyimpanan, dan perdagangannya.
Aset digital yang akan dilacak mencakup berbagai jenis token kripto. Mulai dari yang populer seperti Bitcoin dan Ether, hingga Dogecoin dan NFT.
Neil Freebury, Kepala Intelijen di Layanan Kepailitan, optimis dengan penunjukan ini. Ia meyakini bahwa kehadiran spesialis kripto akan meningkatkan kemampuan investigasi dan peluang pemulihan aset.
Keahlian yang Dibutuhkan
Kemampuan untuk memahami transaksi kripto yang kompleks sangat krusial. Small perlu memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi blockchain dan berbagai jenis aset digital.
Pengalaman dalam investigasi kejahatan ekonomi juga sangat penting. Ini membantu dalam melacak aset yang disembunyikan atau disamarkan.
Regulasi Kripto yang Semakin Ketat di Inggris
Penunjukan spesialis kripto ini sejalan dengan langkah Inggris dalam memperketat regulasi aset digital. Mulai 2026, perusahaan aset digital wajib mengumpulkan dan melaporkan data pelanggan secara lengkap.
Data yang wajib dilaporkan termasuk nama, alamat, nomor pajak, dan rincian transaksi. Aturan ini merupakan bagian dari penerapan Kerangka Pelaporan Aset Kripto OECD.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan transparansi dan mencegah penggelapan pajak. Regulasi yang lebih ketat ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyalahgunaan aset digital.
Survei Otoritas Perilaku Keuangan Inggris menunjukkan peningkatan kepemilikan kripto di kalangan masyarakat. Pada 2024, sekitar 12% orang dewasa di Inggris memiliki aset kripto, naik signifikan dari 4% pada 2021.
Dengan meningkatnya kepemilikan kripto, Layanan Kepailitan memandang aset digital sebagai bagian penting dalam investigasi kebangkrutan. Pelacakan dan pemulihan kripto kini dianggap sepenting melacak aset konvensional seperti uang tunai dan properti.
Langkah Inggris dalam menunjuk spesialis kripto dan memperketat regulasi menunjukkan komitmen untuk menghadapi tantangan yang muncul di dunia aset digital. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, keamanan, dan perlindungan bagi investor di pasar kripto.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca. Lakukan riset dan analisis yang menyeluruh sebelum berinvestasi dalam kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi.











