PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) resmi menyerahkan Pusat Persemaian Mentawir kepada pemerintah. Penyerahan ini dilakukan di Arboretum Ir. Lukito Daryadi, Kompleks Manggala Wanabakti, menandai selesainya proyek strategis ini dan pengembalian aset kepada negara.
Acara serah terima dihadiri oleh pejabat penting dari Kementerian Kehutanan, ITM, Otorita Ibu Kota Nusantara, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Dokumen penyerahan ditandatangani oleh berbagai pihak, termasuk Menteri Kehutanan dan Direktur Utama ITM.
Pusat Persemaian Mentawir: Lumbung Bibit Terbesar di Indonesia
Pusat Persemaian Mentawir terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Berdiri di lahan seluas 32,5 hektare, pusat persemaian ini dirancang untuk menghasilkan hingga 15 juta bibit tanaman endemik Kalimantan setiap tahunnya.
Keberadaan Pusat Persemaian Mentawir diharapkan dapat mendukung rehabilitasi lahan kritis. Ia juga berperan penting dalam pemulihan kawasan hutan dan pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
Kolaborasi dan Komitmen Keberlanjutan
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah. Ia menyebut proyek ini sebagai bukti nyata keterlibatan sektor swasta dalam rehabilitasi hutan secara terukur.
ITM dinilai telah menunjukkan komitmen terhadap pelestarian hutan dan lingkungan yang baik. Hal ini sejalan dengan prinsip Good Mining Practices yang terus ditekankan pemerintah.
Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Dyah Murtiningsih, mengungkapkan pentingnya keberlanjutan fungsi persemaian. Ia berharap Pusat Persemaian Mentawir dapat dioptimalkan untuk program-program kehutanan nasional.
Jejak Hijau ITM dan Masa Depan yang Lebih Hijau
Direktur Utama ITM, Mulianto, menyatakan bahwa penyelesaian proyek ini merupakan bukti komitmen ITM terhadap pelestarian lingkungan. Bagi ITM, keberlanjutan menjadi pilar utama dalam operasional perusahaan.
Pembangunan Pusat Persemaian Mentawir merupakan hasil kolaborasi ITM, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian PUPR. Proyek ini telah diresmikan pada 4 Juni 2024.
ITM telah lama aktif dalam rehabilitasi ekosistem hutan. Melalui anak usahanya, PT Indominco Mandiri, ITM membangun Arboretum seluas 270 hektare di area pascatambang.
Arboretum tersebut telah menjadi habitat bagi flora dan fauna endemik Kalimantan. ITM juga aktif dalam penanaman pohon untuk rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Hingga kuartal pertama 2025, ITM dan anak usahanya telah mengembalikan area DAS terehabilitasi seluas 26.800,42 hektare. Wilayah rehabilitasi tersebar di berbagai lokasi strategis.
Penyerahan Pusat Persemaian Mentawir menunjukkan bahwa proyek lingkungan yang kolaboratif dan terukur dapat menjadi warisan berkelanjutan. Pusat Persemaian Mentawir menjadi simbol kerja sama lintas sektor untuk Indonesia yang lebih hijau.
Selain itu, dalam acara tersebut juga ditandatangani buku Etnobotani dan Pascatambang—hasil kolaborasi ITM dan BRIN. Buku ini merupakan bagian dari studi keanekaragaman hayati ITM di area konsesi anak usahanya.
Dengan selesainya pembangunan dan penyerahan Pusat Persemaian Mentawir, diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat menghasilkan dampak positif bagi lingkungan dan keberlanjutan ekosistem Indonesia. Ini menjadi sebuah tonggak penting dalam upaya pelestarian alam dan membuka jalan bagi terwujudnya praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan.











