Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan kinerja positif pada periode 9-13 Juni 2025, mengalami penguatan sebesar 0,74 persen dan ditutup pada posisi 7.166,06. Kenaikan ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya yang menunjukkan pelemahan sebesar 0,87 persen.
Penguatan IHSG ini juga berdampak pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) yang naik 0,92 persen menjadi Rp 12.495 triliun. Hal ini menunjukkan optimisme di pasar saham domestik.
Faktor Pendorong Penguatan IHSG
Beberapa faktor berkontribusi terhadap kenaikan IHSG pekan lalu. Salah satu faktor utamanya adalah rilis data ekonomi dari China dan Amerika Serikat yang menunjukkan tren pelemahan.
Meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah juga turut memberi pengaruh. Situasi ini seringkali berdampak pada pergerakan pasar saham global, termasuk IHSG.
Kesepakatan dagang antara AS dan China, meskipun masih menunggu persetujuan akhir, juga memberikan sentimen positif. Harapan akan penurunan suku bunga (cut rate) juga ikut mendorong penguatan.
Terakhir, penguatan dolar AS terhadap rupiah turut menjadi katalis. Kondisi ini seringkali dikaitkan dengan aliran modal asing ke pasar saham Indonesia.
Aktivitas Transaksi di BEI
Penguatan IHSG juga diikuti peningkatan volume transaksi harian bursa. Rata-rata volume transaksi harian melonjak 15,52 persen menjadi 28,05 miliar saham.
Frekuensi transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 3,98 persen, mencapai 1,42 juta kali transaksi. Ini menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan di BEI.
Meskipun demikian, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 5,21 persen menjadi Rp 16,24 triliun. Penurunan ini perlu diperhatikan lebih lanjut.
Investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp 1,3 triliun. Ini bertolak belakang dengan pekan sebelumnya yang mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 4,7 triliun.
Pencatatan Obligasi dan Kondisi Pasar
BEI juga mencatat sejumlah penerbitan obligasi baru pada pekan tersebut. PT MNC Kapital Indonesia Tbk menerbitkan obligasi senilai Rp 55 miliar.
Obligasi tersebut memperoleh peringkat idBBB+ (Triple B plus) dari Pefindo, dengan BRI sebagai wali amanat. Penerbitan obligasi ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap emiten.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk juga menerbitkan beberapa obligasi dan sukuk. Total nilai nominal obligasi dan sukuk yang diterbitkan mencapai triliunan rupiah dan jutaan dolar AS.
PEFINDO memberikan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk obligasi dan idA+(sy) (single A plus syariah) untuk sukuk. Bank KB Bukopin bertindak sebagai wali amanat.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2025 hingga saat itu mencapai 50 emisi dari 32 emiten, senilai Rp 68,59 triliun. Jumlah ini menunjukkan aktivitas yang cukup signifikan di pasar obligasi.
Secara keseluruhan, data menunjukkan jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 611 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 489,35 triliun dan USD 107,9163 juta. Surat Berharga Negara (SBN) juga tercatat dalam jumlah dan nilai yang signifikan.
Secara keseluruhan, kinerja IHSG pada pekan tersebut menunjukkan tren positif yang didorong oleh berbagai faktor. Namun, perlu diwaspadai juga adanya penurunan nilai transaksi harian. Perkembangan selanjutnya perlu dipantau untuk melihat keberlanjutan tren positif ini.











