Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Senin, 7 Juli 2025. Prediksi ini muncul setelah IHSG mengalami pelemahan 0,19 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 4 Juli 2025, di posisi 6.865. Analis memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada dalam rentang tertentu.
Beberapa analis memberikan perkiraan yang bervariasi mengenai pergerakan IHSG. Perbedaan ini didasarkan pada analisis teknikal dan fundamental yang berbeda-beda.
Prediksi Pergerakan IHSG
PT MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.992 hingga 7.050. Analis Herditya Wicaksana menjelaskan prediksi ini didasarkan pada analisis gelombang (wave) dalam grafik IHSG.
Namun, potensi penurunan juga diwaspadai. Herditya mengingatkan kemungkinan IHSG akan menguji level support di angka 6.582 hingga 6.721.
PT Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan proyeksi yang sedikit lebih konservatif. Mereka memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas dengan support di 6.810 dan resistance di 6.960.
Level support dan resistance ini menjadi acuan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Penting untuk selalu memantau perkembangan IHSG dan sentimen pasar.
Rekomendasi Saham Pilihan
PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT London Sumatera Plantations Tbk (LSIP), dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).
Sementara itu, PT MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham berbeda. Saham-saham tersebut meliputi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
Rekomendasi saham ini merupakan hasil analisis masing-masing perusahaan sekuritas. Investor disarankan untuk melakukan riset sendiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi IHSG
Beberapa sentimen makro ekonomi diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan ini. Data makro ekonomi Indonesia, seperti cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), dan penjualan ritel, akan menjadi sorotan.
Data ekonomi dari negara lain juga berperan. Rilis data inflasi dan neraca dagang China akan menjadi perhatian investor. Pergerakan modal asing juga akan memengaruhi pasar saham.
Aliran modal asing masih menjadi perhatian. Meskipun ada inflow Rp 10,79 triliun pada pekan pertama Juli 2025, outflow di pasar saham tetap terjadi. Investor juga mencermati sisa masa jeda tarif impor AS.
PT Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat masuknya dana asing ke pasar keuangan domestik, terutama ke Surat Berharga Negara (SBN). Namun, terdapat capital outflow dari pasar saham dan sekuritas rupiah.
Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi melalui koordinasi dan bauran kebijakan. Hal ini diharapkan dapat menstabilkan pasar dan memberikan keyakinan kepada investor.
Kesimpulannya, prediksi pergerakan IHSG pada Senin, 7 Juli 2025, menunjukkan potensi penguatan, namun juga disertai dengan risiko penurunan. Sentimen pasar, baik domestik maupun global, akan menjadi faktor penentu. Rekomendasi saham dari berbagai analis dapat menjadi pertimbangan, namun investor disarankan melakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan investasi. Penting untuk selalu mempertimbangkan risiko dan diversifikasi investasi.











