Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu pagi, 2 Juli 2025. Penurunan sebesar 23,1 poin atau sekitar 0,33% menempatkan IHSG di posisi 6.892,25. Pergerakan indeks di sesi awal terpantau dalam rentang 6.887 hingga 6.905.
Dari total saham yang diperdagangkan, 157 emiten mengalami kenaikan harga saham. Sebanyak 123 emiten lainnya mengalami penurunan, sementara 228 saham stagnan. Nilai kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.170,93 triliun.
Analisis Pergerakan IHSG dan Prediksi Para Ahli
Analis memprediksi peluang penguatan IHSG jika mampu bertahan di level support 6.900. Jika hal ini terjadi, IHSG berpotensi melanjutkan tren positifnya.
Namun, jika IHSG menembus level support tersebut, potensi koreksi hingga kisaran 6.780 diperkirakan akan terjadi. Hal ini disampaikan oleh Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Fanny memperkirakan pergerakan IHSG akan berada di antara level support 6.870-6.900 dan resistance 6.950-7.000. Rentang ini menjadi acuan penting dalam mengamati pergerakan IHSG hari ini.
Sementara itu, analis dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar, melihat momentum pasar masih positif. Namun, IHSG saat ini berada di area jenuh beli (overbought).
Tasrul mencatat tren bullish jangka pendek IHSG cukup kuat. Indeks saat ini mendekati level resistance 1 di 6.965,16 dan berpotensi menguji resistance 2 di 7.000,42.
Jika terjadi koreksi, level support 1 di 6.877,02 dan support 2 di 6.830,13 menjadi penopang teknikal yang penting. Level-level ini krusial untuk memantau potensi pembalikan harga.
Meskipun momentum masih mengarah ke atas, Tasrul mengingatkan bahwa reli saat ini mendekati titik jenuh. Peluang kenaikan masih ada, tetapi risiko koreksi teknikal perlu diwaspadai. Level 6.830 menjadi titik kritis yang perlu diperhatikan.
Rekomendasi Saham Pilihan
Fanny Suherman dari BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang menarik untuk dipertimbangkan investor.
Saham-saham tersebut antara lain PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA).
Rekomendasi ini didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal yang dilakukan oleh tim riset BNI Sekuritas. Investor disarankan untuk melakukan riset lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi.
Pertimbangan Risiko dan Kesimpulan
Meskipun IHSG menunjukkan tren positif jangka pendek, investor perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi. Area jenuh beli (overbought) menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.
Penting bagi investor untuk selalu memantau pergerakan IHSG dan melakukan analisis risiko sebelum berinvestasi. Perhatikan level support dan resistance yang telah diidentifikasi para analis.
Secara keseluruhan, pasar saham saat ini masih menunjukkan dinamika yang menarik. Pergerakan IHSG di hari-hari mendatang akan sangat bergantung pada berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Kehati-hatian dan analisis yang komprehensif menjadi kunci sukses dalam berinvestasi di pasar saham.
Pemantauan ketat terhadap perkembangan ekonomi makro dan sentimen pasar sangat dianjurkan. Dengan demikian, investor dapat mengambil keputusan investasi yang tepat dan meminimalisir risiko kerugian.











