Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Jumat, 13 Juni 2025. Penurunan ini mengikuti tren negatif di bursa saham Asia Pasifik, dengan mayoritas sektor saham menunjukkan pelemahan. Pembukaan perdagangan menunjukkan IHSG berada di posisi 7.191,12, turun dari penutupan sebelumnya di angka 7.204,37.
Data RTI mencatat penurunan IHSG sebesar 0,30% pada pukul 09.19 WIB, mencapai posisi 7.182. Indeks saham LQ45 juga ikut tertekan, turun 0,16% ke posisi 806. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang cukup signifikan di pasar saham domestik.
IHSG Jumat Pagi: Pergerakan dan Data Perdagangan
IHSG pada Jumat pagi bergerak di kisaran 7.160,87 hingga 7.192,66. Sebanyak 259 saham mengalami pelemahan, menekan IHSG ke zona merah.
Sebaliknya, 191 saham menguat dan 208 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 278.509 kali dengan volume perdagangan 5 miliar saham.
Nilai transaksi harian tercatat Rp 2,8 triliun, dan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.230. Kondisi ini memberikan gambaran umum aktivitas perdagangan di pasar saham Indonesia pada hari tersebut.
Sektor Saham: Tren Naik dan Turun
Mayoritas sektor saham mengalami penurunan. Sektor teknologi mencatat koreksi terbesar dengan penurunan 1,11%.
Sektor energi menyusut 0,31%, sektor consumer nonsiklikal turun 0,29%, dan sektor consumer siklikal mengalami penurunan 0,27%.
Sektor keuangan juga tertekan, turun 0,54%, diikuti sektor properti (turun 0,33%), infrastruktur (turun 0,45%), dan transportasi (turun 0,10%).
Namun, beberapa sektor justru menunjukkan penguatan. Sektor basic mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,80%. Sektor industri naik 0,24% dan sektor kesehatan naik 0,07%. Perbedaan kinerja sektor ini mencerminkan dinamika yang kompleks di pasar saham.
Performa Saham Unggulan dan Analisis
Saham KRAS menjadi sorotan dengan lonjakan harga mencapai 27,87%, ditutup pada posisi Rp 234 per saham. Pembukaan perdagangan saham KRAS berada di Rp 196, naik dari penutupan sebelumnya di Rp 183.
Saham KRAS diperdagangkan sebanyak 14.122 kali dengan volume 3.027.793 saham, menghasilkan nilai transaksi Rp 62,1 miliar. Pergerakan saham ini perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mendasarinya.
Saham SMBR juga menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 6,58% ke posisi Rp 328. BKSL naik 6,25% ke Rp 136, sementara WIRG naik 5,43% ke Rp 97. Kenaikan ini menunjukkan potensi pertumbuhan di beberapa sektor tertentu.
Berikut beberapa saham yang masuk dalam top gainers: KRAS (24,91%), MBSS (24,91%), IKAN (23,08%), JATI (22,22%), dan JAWA (21,43%). Sementara top losers meliputi KRYA (-14,85%), KOPI (-14,71%), BAIK (-12,20%), GHON (-11,03%), dan JECC (-10,22%). Saham KRAS, SMBR, ADRO, MINA, dan ANTM tercatat sebagai saham teraktif berdasarkan frekuensi, sedangkan ANTM, BBCA, BRMS, BBRI, dan BMRI teraktif berdasarkan nilai transaksi.
Analis dari BNI Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas memberikan prediksi berbeda mengenai pergerakan IHSG ke depan. BNI Sekuritas memprediksi potensi kenaikan IHSG sepanjang support di 7.200 tetap kuat, dengan support di 7.150-7.200 dan resistance di 7.240-7.260. Mirae Asset Sekuritas melihat IHSG dalam tren naik moderat, dengan potensi rebound karena tekanan jual yang mereda. Rekomendasi “buy on pullback” diberikan selama IHSG tidak menembus support kritis di 7.110.
Rekomendasi saham untuk perdagangan selanjutnya meliputi SMBR, CUAN, BREN, AMRT, MDKA, dan PANI, dengan detail strategi pembelian dan target harga yang diberikan. Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab individu. Analisis dan riset yang mendalam sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi saham.











