Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif pada perdagangan Selasa, 24 Juni 2025. Setelah beberapa hari mengalami tekanan, IHSG berhasil rebound dengan kenaikan 1,21%, menutup perdagangan di angka 6.869,17. Kenaikan ini didorong oleh penguatan di mayoritas sektor saham.
Indeks LQ45 juga ikut mengalami peningkatan, naik 1,4% ke level 764,41. Hal ini menunjukkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar saham Indonesia.
IHSG Rebound: Penguatan Mayoritas Sektor dan Aktivitas Perdagangan yang Aktif
Sebanyak 453 saham mengalami penguatan, mendorong IHSG mencapai titik tertinggi harian di 6.924,96. Meskipun sempat menyentuh titik terendah di 6.852,11, IHSG tetap berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan yang signifikan.
Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai, dengan frekuensi transaksi mencapai lebih dari 1,2 juta kali dan volume transaksi mencapai 20,7 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 11,9 triliun.
Penguatan rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada sentimen positif di pasar. Rupiah terapresiasi hingga mencapai kisaran Rp 16.200 per dolar AS.
Sektor properti menjadi sektor dengan performa paling menonjol, mencatatkan lonjakan sebesar 3,2%. Disusul oleh sektor consumer cyclical (3,02%) dan sektor kesehatan (2,03%).
Hampir semua sektor saham mengalami penguatan, kecuali sektor energi yang mencatat penurunan 0,59%. Sektor-sektor lain yang turut berkontribusi pada penguatan IHSG antara lain consumer non-cyclical (+1,9%), keuangan (+1,48%), industri (+0,99%), transportasi (+0,86%), infrastruktur (+0,78%), teknologi (+0,54%), dan basic materials (+0,28%).
Arus Modal Asing: Jual Bersih di Pasar Reguler
Meskipun IHSG menunjukkan tren positif, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar. Total net sell mencapai Rp 928,88 miliar di seluruh pasar.
Sebagian besar aksi jual terjadi di pasar reguler, mencapai Rp 942,41 miliar. Namun, terdapat pembelian bersih (net buy) di pasar negosiasi dan tunai senilai Rp 13,53 miliar.
Saham Favorit dan yang Dilepas Investor Asing
Berdasarkan data Stockbit, berikut beberapa saham yang menjadi favorit investor asing dengan net buy tertinggi pada perdagangan Selasa:
- BMRI (Bank Mandiri) : Rp 66,63 miliar
- WIFI (Solusi Sinergi Digital) : Rp 40,45 miliar
- ANTM (Aneka Tambang) : Rp 25,76 miliar
- AMMN (Amman Mineral Internasional) : Rp 21,15 miliar
- ASII (Astra International) : Rp 15,54 miliar
- BBNI (Bank Negara Indonesia) : Rp 14,46 miliar
- BRPT (Barito Pacific) : Rp 13,60 miliar
- ISAT (Indosat) : Rp 11,71 miliar
- AADI (Adaro Andalan Indonesia) : Rp 9,71 miliar
- ADMR (Adaro Minerals Indonesia) : Rp 7,40 miliar
Di sisi lain, beberapa saham mengalami net sell yang cukup signifikan dari investor asing, antara lain:
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia) : Rp 365,34 miliar
- TLKM (Telkom Indonesia) : Rp 85,68 miliar
- PGEO (Pertamina Geothermal Energy) : Rp 84,39 miliar
- BBCA (Bank Central Asia) : Rp 51,58 miliar
- PGAS (Perusahaan Gas Negara) : Rp 47,86 miliar
- ITMG (Indo Tambangraya Megah) : Rp 41,28 miliar
- GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) : Rp 37,65 miliar
- SSIA (Surya Semesta Internusa) : Rp 34,84 miliar
- UNVR (Unilever Indonesia) : Rp 29,39 miliar
- BRMS (Bumi Resources Minerals) : Rp 24,59 miliar
Rebound IHSG pada Selasa, 24 Juni 2025, menunjukkan adanya optimisme di pasar meskipun masih diiringi aksi jual bersih oleh investor asing. Perlu dicermati lebih lanjut perkembangan pasar dan alasan di balik pergerakan modal asing ini untuk memprediksi tren IHSG ke depannya. Penguatan di beberapa sektor menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga.











