Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Rabu pagi dengan penguatan signifikan. IHSG dibuka naik 98,95 poin atau 1,59 persen, mencapai posisi 6.334,57. Kenaikan ini menunjukkan sentimen positif di pasar saham domestik.
Indeks LQ45, yang melacak kinerja 45 saham unggulan di BEI, juga ikut menguat. LQ45 naik 16,73 poin atau 2,40 persen, mencapai level 714,74. Penguatan ini mengindikasikan optimisme investor terhadap saham-saham blue chip.
Prediksi Pergerakan IHSG
Meskipun dibuka menguat, beberapa analis memprediksi pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, misalnya, memperkirakan IHSG akan kembali menguji level 5.975, bahkan mungkin mencapai level terburuk di 5.879.
Herditya menjelaskan prediksinya berdasarkan analisis gelombang Elliott, yang menunjukkan IHSG masih berada pada bagian dari gelombang (v). Kondisi ini membuat IHSG rentan terhadap koreksi. Ia memperkirakan level support IHSG berada di 5.938 dan 5.825, sementara level resistance di 6.445 dan 6.557.
Sentimen tersebut diperkuat oleh riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas yang memprediksi penguatan IHSG terbatas. Mereka memperkirakan level support dan resistance IHSG di kisaran 5.950 hingga 6.380. Perbedaan prediksi ini menunjukkan beragamnya pandangan analis terhadap pergerakan IHSG.
Perlu diingat bahwa prediksi pasar saham selalu memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi. Faktor-faktor makro ekonomi, gejolak global, dan sentimen investor dapat memengaruhi pergerakan IHSG secara signifikan. Oleh karena itu, investor disarankan untuk selalu melakukan analisis sendiri dan mempertimbangkan risiko sebelum berinvestasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi IHSG
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG antara lain adalah perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter pemerintah, harga komoditas, dan sentimen investor. Kondisi geopolitik internasional juga bisa menjadi faktor yang turut berpengaruh.
Perlu dipertimbangkan juga pengaruh musim laporan keuangan perusahaan. Biasanya, rilis kinerja keuangan perusahaan dapat memicu reaksi pasar yang signifikan, baik positif maupun negatif. Kondisi ini juga bisa memberikan dampak yang signifikan pada pergerakan IHSG.
Selain itu, arus modal asing juga memegang peran penting. Aliran dana masuk (inflow) umumnya akan mendorong penguatan IHSG, sementara aliran dana keluar (outflow) cenderung menekan IHSG.
Rekomendasi Saham
PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) untuk hari ini. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal perusahaan masing-masing.
Sementara itu, Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Investor perlu mempertimbangkan analisis dan strategi investasi masing-masing sebelum memutuskan untuk membeli saham yang direkomendasikan.
Penting untuk diingat bahwa rekomendasi saham hanyalah sebagai referensi. Investor perlu melakukan riset sendiri dan mempertimbangkan profil risiko investasi sebelum mengambil keputusan investasi.
Perlu diingat bahwa pasar saham memiliki risiko. Investasi di pasar saham tidak menjamin keuntungan dan investor berpotensi mengalami kerugian. Diversifikasi portofolio investasi sangat dianjurkan untuk meminimalisir risiko.
IHSG ditutup menguat 1,21 persen ke posisi 6.235 pada Selasa, 25 Maret 2025, dengan volume pembelian yang meningkat. Penguatan ini menunjukkan sentimen positif yang berlanjut hingga pembukaan perdagangan hari Rabu.











