Perdagangan saham pekan ini berlangsung hanya empat hari, Senin hingga Kamis, 23-26 Juni 2025. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menyoroti dua sentimen kunci yang perlu diperhatikan para trader: geopolitik dan energi. Kondisi geopolitik global dan pergerakan harga minyak akan sangat memengaruhi pergerakan IHSG.
IHSG sendiri menutup pekan lalu dengan penurunan 3,61 persen, berada di level 6.907. Penurunan ini diiringi outflow dana asing sebesar Rp 4,6 triliun di pasar reguler. Situasi ini menimbulkan kecemasan di kalangan pelaku pasar.
Sentimen Geopolitik dan Energi
Ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran menjadi faktor kunci yang perlu diwaspadai. Jika konflik mereda, harga minyak cenderung turun dan saham sektor konsumen berpotensi naik.
Sebaliknya, jika eskalasi konflik meningkat, harga minyak akan naik dan sektor pertahanan akan diuntungkan. Para trader perlu mencermati perkembangan situasi ini secara saksama.
Analisis Teknis dan Sentimen Suku Bunga
Secara teknikal, IHSG telah menembus level psikologis 7.000, mengindikasikan sentimen bearish. Terdapat pola “double top” pada timeframe harian IHSG, yang diperkuat oleh penembusan neckline pada perdagangan Jumat lalu.
Di sisi lain, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25-4,50 persen. Keputusan ini dianggap hawkish karena inflasi masih tinggi. Berbeda dengan Swiss dan Norwegia yang justru menurunkan suku bunga.
Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga di level 5,50 persen untuk menjaga stabilitas rupiah. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap penguatan dolar AS dan tekanan eksternal dari kebijakan suku bunga AS.
Rekomendasi Saham dan Disclaimer
PT Indo Premier Sekuritas memberikan rekomendasi beberapa saham yang menarik untuk diperhatikan:
- BRPT: Rekomendasi beli dengan harga saat ini Rp 1.500, target harga Rp 1.600 (6,67%), stop loss Rp 1.445 (-3,67%). Prospek BRPT positif seiring dengan target pemerintah Indonesia untuk transisi ke energi bersih pada 2025.
- BBNI: Rekomendasi beli dengan harga saat ini Rp 4.110, target harga Rp 4.300 (4,62%), stop loss Rp 4.050 (-1,46%). Harga saat ini berada di area support dan kebijakan BI menahan suku bunga menjadi sentimen positif bagi emiten perbankan ini.
- ISAT: Rekomendasi beli dengan harga saat ini Rp 2.100, target harga Rp 2.250 (7,14%), stop loss Rp 2.020 (-3,81%). ISAT menunjukkan tren yang baik dengan candlestick di atas MA5. Breakout area konsolidasi dengan volume tinggi akan menjadi sinyal yang kuat.
Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi berada di tangan pembaca. Lakukan riset dan analisis yang menyeluruh sebelum melakukan transaksi jual beli saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda. Keputusan investasi yang bijak selalu didasarkan pada riset yang mendalam dan pemahaman risiko yang komprehensif. Waspadai sentimen global dan perhatikan strategi manajemen risiko pribadi.











