Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami koreksi pada perdagangan Rabu, 25 Juni 2025. Analis memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang yang lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Meskipun IHSG kemarin, Selasa 24 Juni 2025, mengalami kenaikan 1,21 persen hingga mencapai level 6.869, disertai peningkatan volume pembelian dan berada di atas moving average (MA) 60 harian, potensi koreksi masih mengintai.
Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG masih berada dalam fase koreksi. Ia memperkirakan IHSG akan melanjutkan penurunannya.
Dalam jangka pendek, IHSG diproyeksikan menguji level 6.783 hingga 6.835. Namun, waspadalah terhadap potensi koreksi yang lebih dalam di rentang 6.561 hingga 6.721.
Level support IHSG diperkirakan berada di angka 6.752 dan 6.632, sementara level resistance di angka 6.914 dan 6.994.
PT Pilarmas Investindo Sekuritas memiliki prediksi yang sedikit berbeda. Secara teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas, dengan support di 6.810 dan resistance di 6.960.
Rekomendasi Saham dari Para Analis
PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk hari ini: PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT PP London Sumatera Tbk (LSIP).
Sementara itu, Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE).
Penting untuk diingat bahwa rekomendasi saham ini hanyalah opini dari para analis dan bukan jaminan keuntungan.
Garuda Indonesia dan Suntikan Dana dari Danantara
PT Danantara Asset Management (Persero) memberikan pinjaman sebesar Rp 6,5 triliun kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Pinjaman ini merupakan bagian dari rencana dukungan pendanaan total USD 1 miliar (sekitar Rp 16,32 triliun) untuk mendukung operasional Garuda Indonesia.
Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kesiapan operasional armada Garuda dan Citilink, serta mengoptimalkan kinerja operasional dan keuangan.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai suntikan dana ini sebagai langkah tepat, namun menekankan pentingnya perbaikan manajemen secara menyeluruh agar investasi tersebut tidak sia-sia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menyebut kolaborasi ini sebagai tonggak penting dalam proses transformasi perusahaan.
Penutupan IHSG pada 24 Juni 2025 dan Kinerja Sektoral
IHSG ditutup menguat 1,21 persen pada Selasa, 24 Juni 2025, di level 6.869,17. Indeks LQ45 juga naik 1,4 persen ke posisi 764,41.
Sebanyak 453 saham mengalami kenaikan, sementara 165 saham melemah dan 181 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 20,7 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,9 triliun.
Rupiah juga menguat terhadap dolar AS, mencapai posisi 16.200 (dari posisi sebelumnya sekitar 16.290).
Sektor properti mencatatkan kenaikan terbesar (3,2 persen), diikuti sektor consumer siklikal (3,02 persen) dan kesehatan (2,03 persen).
Hanya sektor energi yang mengalami penurunan (0,59 persen). Sektor lain seperti basic, industri, consumer nonsiklikal, keuangan, teknologi, infrastruktur, dan transportasi menunjukan penguatan.
Kesimpulannya, meskipun IHSG kemarin menunjukkan penguatan, potensi koreksi masih perlu diwaspadai. Rekomendasi saham dan perkembangan Garuda Indonesia memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pasar saham saat ini. Penting bagi investor untuk selalu melakukan riset dan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.











