IHSG Anjlok Tipis! Transaksi Rp 8T, 3 Juli 2025

Playmaker

IHSG Anjlok Tipis! Transaksi Rp 8T, 3 Juli 2025
Sumber: Liputan6.com

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis pada perdagangan Kamis, 3 Juli 2025. Penurunan sebesar 0,05% ini membawa IHSG ke posisi 6.878,05. Nilai transaksi harian tercatat relatif rendah, di bawah Rp 10 triliun, tepatnya mencapai Rp 8 triliun. Hal ini menunjukkan adanya sedikit penurunan aktivitas perdagangan di bursa.

Kondisi ini kontras dengan pergerakan IHSG sepanjang hari yang sempat mencapai level tertinggi 6.922,73 sebelum akhirnya terkoreksi. Lebih dari 200 saham mengalami pelemahan, sementara sekitar 300 saham lainnya mencatatkan penguatan. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika yang cukup signifikan di pasar saham domestik.

IHSG Hari Ini: Analisis Penurunan Tipis dan Pergerakan Indeks

IHSG ditutup melemah tipis 0,05 persen, berada di level 6.878,05. Indeks LQ45 juga turut terkoreksi, turun 0,08 persen ke posisi 765,58. Sebagian besar indeks saham acuan lainnya menunjukkan pergerakan yang bervariasi, menandakan sentimen pasar yang masih fluktuatif.

Volume perdagangan mencapai 18,5 miliar saham dengan total frekuensi 1.036.540 kali transaksi. Kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.183. Data ini memberikan gambaran lengkap tentang aktivitas perdagangan saham pada hari tersebut.

Sektor Unggul dan Sektor yang Tertekan

Sektor consumer nonsiklikal menjadi sektor dengan performa terbaik, mencatatkan kenaikan 1,34 persen. Sektor transportasi dan basic industry juga menunjukkan penguatan yang signifikan, masing-masing naik 1,26 persen dan 1,17 persen. Kenaikan ini menunjukan potensi pertumbuhan di beberapa sektor ekonomi.

Di sisi lain, sektor keuangan mengalami penurunan 0,31 persen, disusul sektor teknologi (-0,16 persen) dan industri (-0,07 persen). Penurunan di sektor-sektor ini perlu menjadi perhatian dan dianalisis lebih lanjut.

Sentimen Pasar dan Dampak Kebijakan Global

Sejumlah faktor memengaruhi pergerakan IHSG, termasuk kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Vietnam. Kesepakatan ini, menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, berpotensi meredakan ketegangan perdagangan global dan memberikan peluang kesepakatan serupa dengan negara lain.

Namun, kebijakan tarif impor global yang diterapkan oleh AS, khususnya terkait tarif resiprokal terhadap Indonesia, juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pemerintah Indonesia berupaya untuk mendapatkan kesepakatan tarif yang lebih rendah. Situasi geopolitik, seperti penghentian kerja sama Iran dengan pengawas nuklir PBB, juga memberikan sentimen negatif terhadap pasar.

Pergerakan Saham Terpilih

Saham TOWR mengalami penurunan 2,73 persen, sedangkan saham PTMP turun lebih tajam, yaitu 7,5 persen. Sebaliknya, saham IPCC menunjukan kenaikan 1,01 persen. Pergerakan saham-saham ini mencerminkan kinerja individu perusahaan dan sentimen spesifik terhadap masing-masing emiten.

Top Gainers dan Losers

Beberapa saham mencatatkan kenaikan signifikan (top gainers), di antaranya COCO (34,19%), ARGO (25%), dan SAPX (24,62%). Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan tajam (top losers), seperti GPRA (-13,82%), IKAI (-12,50%), dan CINT (-11,52%). Pergerakan saham-saham ini perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami faktor penyebabnya.

Saham Teraktif

Saham BMRI, ANTM, BBRI, dan BBCA menjadi saham teraktif berdasarkan nilai transaksi. Sementara itu, KRYA, ANTM, BBRI, KRAS, dan LABA tercatat sebagai saham teraktif berdasarkan frekuensi perdagangan. Data ini dapat memberikan indikasi tren minat investor di pasar saham.

Pergerakan Bursa Saham Asia Pasifik

Bursa saham Asia menunjukkan pergerakan yang beragam. Nikkei mengalami penurunan, sementara Hang Seng menunjukan kenaikan. Shanghai dan Strait Times juga menunjukan pergerakan yang berbeda, menunjukkan dinamika pasar regional yang cukup kompleks.

Kesimpulannya, IHSG menunjukan sedikit pelemahan pada perdagangan Kamis, 3 Juli 2025, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik. Meskipun beberapa sektor menunjukkan penguatan, penurunan di sektor-sektor kunci dan sentimen global yang masih fluktuatif perlu menjadi perhatian bagi investor. Penting untuk memantau perkembangan sentimen pasar dan kebijakan global untuk memprediksi pergerakan IHSG di masa mendatang.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...