Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Rabu, 2 Juli 2025. Penurunan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
IHSG turun 34,12 poin atau 0,49 persen, menutup perdagangan di angka 6.881,24. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan, yaitu 4,36 poin (0,57 persen) menjadi 766,22.
Penurunan IHSG Dipengaruhi Pernyataan Presiden AS
Pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh sentimen global. Pasar mencermati pernyataan Presiden Trump dan pimpinan The Fed, serta menantikan hasil pertemuan Politbiro China.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa bursa regional Asia menunjukkan pergerakan yang beragam.
Tekanan dari Pernyataan Trump dan Kebijakan The Fed
Presiden Trump kembali mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga secara signifikan. Surat yang dikirimkan kepada Ketua The Fed, Jerome Powell, menunjukkan kekhawatiran Trump terhadap ekonomi AS.
Di media sosial Truth Social, Trump mengkritik The Fed karena belum menurunkan suku bunga. Ia bahkan menyebut dewan The Fed seharusnya malu atas kondisi ekonomi AS saat ini.
Sebaliknya, Powell menegaskan bahwa The Fed akan tetap bersabar dalam mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih lanjut. Meskipun demikian, ia tidak menutup kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan ini, dengan menekankan bahwa keputusan akan bergantung pada data ekonomi terkini.
Powell juga menambahkan bahwa The Fed mungkin akan memangkas suku bunga jika bukan karena dampak inflasi akibat kebijakan tarif perdagangan Trump.
Pergerakan IHSG Sepanjang Hari dan Data Perdagangan
IHSG dibuka di zona merah dan tetap berada di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama.
Tren negatif berlanjut hingga penutupan perdagangan saham di sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor mengalami penguatan, yaitu kesehatan (0,86 persen), barang konsumen non primer (0,57 persen), dan transportasi & logistik (0,26 persen).
Tujuh sektor lainnya mengalami koreksi, dengan sektor barang baku mengalami penurunan terdalam yaitu 2,07 persen, diikuti sektor teknologi (1,16 persen) dan energi (1,47 persen).
KRYA, NAIK, PTMP, CINT, dan NASI menjadi saham dengan penguatan terbesar. Sebaliknya, COCO, NOBU, CSMI, NICK, dan ISAP mengalami pelemahan terbesar.
Total frekuensi perdagangan mencapai 1.097.133 transaksi, dengan volume saham diperdagangkan sebanyak 24,60 miliar lembar senilai Rp11,00 triliun.
Dari total saham yang diperdagangkan, 195 saham naik, 396 saham turun, dan 196 saham stagnan.
Pergerakan Bursa Saham Asia
Beberapa bursa saham di Asia menunjukkan pergerakan yang beragam. Nikkei mengalami penurunan 231,33 poin (0,58 persen) menjadi 39.755,50.
Sementara itu, Hang Seng naik 149,13 poin (0,62 persen) ke 24.221,48. Indeks Shanghai turun sedikit, 2,98 poin (0,09 persen) menjadi 3.454,78.
Strait Times juga menunjukan penguatan, yaitu 21,01 poin (0,53 persen) menjadi 4.010,64.
Secara keseluruhan, penurunan IHSG pada Rabu, 2 Juli 2025, mencerminkan kompleksitas pasar saham yang dipengaruhi oleh faktor-faktor domestik dan global. Pernyataan Presiden Trump dan kebijakan The Fed menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam memantau pergerakan IHSG ke depannya. Kondisi ini juga perlu dikaitkan dengan dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.











