Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada pembukaan perdagangan Senin, 23 Juni 2025. Penurunan ini mengikuti tren negatif di bursa saham Asia, yang tertekan setelah serangan Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir Iran.
Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka pada posisi 6.833,47, turun dari penutupan sebelumnya di angka 6.907,13. Penurunan ini mencapai 1,24% pada pukul 09.10 WIB, dengan IHSG berada di posisi 6.821.
IHSG Anjlok Akibat Serangan AS ke Iran
Serangan AS terhadap Iran menjadi faktor utama penurunan IHSG. Ketegangan geopolitik ini menimbulkan kekhawatiran di pasar global.
Indeks LQ45 juga ikut terpengaruh, anjlok 1,3% ke posisi 754. Semua indeks saham acuan menunjukkan warna merah.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.833,57 dan terendah 6.751,86. Sebanyak 450 saham mengalami penurunan, menekan IHSG.
Hanya 77 saham yang naik, sementara 124 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 223.730 kali, dengan volume perdagangan 4,3 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 2,3 triliun.
Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.433.
Penurunan Merata di Seluruh Sektor Saham
Penurunan IHSG berdampak pada seluruh sektor saham. Sektor properti mengalami koreksi terbesar, turun 1,84%.
Sektor energi turun 0,51%, sektor basic melemah 0,94%, sektor industri merosot 1,19%, dan sektor consumer nonsiklikal terpangkas 1,61%.
Sektor consumer siklikal juga mengalami penurunan hingga 1,91%. Sektor kesehatan turun 0,60%, sektor keuangan melemah 1,36%, dan sektor teknologi susut 1,51%.
Sektor infrastruktur melemah 1,87%, sementara sektor transportasi turun 0,19%.
Pergerakan Saham Tertentu dan Prediksi IHSG
Meskipun IHSG terkoreksi, beberapa saham justru menunjukkan penguatan. Saham MEDC misalnya, menguat 4,9% ke posisi Rp 1.500 per saham.
Saham ELSA juga naik 2,23% ke Rp 505 per saham, sementara saham PSAB melonjak 5,51% ke Rp 498 per saham.
Di sisi lain, saham ANTM turun 1,88% ke Rp 3.140 per saham, dan saham BRMS stagnan di Rp 414 per saham.
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain PTMR (21,67%), APEX (18,38%), MAPB (17,35%), SICO (13,21%), dan RUIS (13,23%).
Sementara top losers didominasi oleh IOTF (-14,97%), CINT (-14,72%), SMIL (-14,72%), JATI (-14,50%), dan FUTR (-14,49%).
Saham BBRI, BBCA, ENRG, BMRI, dan MEDC tercatat sebagai saham teraktif berdasarkan nilai transaksi.
Sedangkan saham ENRG, BBRI, APEX, MEDC, dan BBCA tercatat sebagai saham teraktif berdasarkan frekuensi perdagangan.
BNI Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi koreksi ke level 6.800-6.850, dengan level resistance di 6.950-7.000. Rekomendasi saham trading hari ini antara lain MEDC, ELSA, PSAB, HRTA, CUAN, dan ANTM.
Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan bukan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Kesimpulannya, serangan AS ke Iran berdampak signifikan terhadap pergerakan IHSG dan pasar saham global. Meskipun beberapa saham menunjukkan penguatan, tren umum menunjukkan koreksi yang perlu diperhatikan oleh investor. Penting bagi investor untuk melakukan riset dan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.











