Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Senin, 30 Juni 2025. Optimisme terkait kesepakatan dagang antara China dan Amerika Serikat (AS), serta potensi penurunan suku bunga acuan, menjadi pendorong utama.
Para analis memberikan prediksi yang beragam mengenai pergerakan IHSG. Beberapa analis melihat peluang penguatan yang signifikan, sementara yang lain lebih berhati-hati dan memperkirakan potensi koreksi.
Prediksi Penguatan IHSG Didorong Kesepakatan Dagang AS-China dan Potensi Pemangkasan Suku Bunga
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG akan mencoba menembus level 6.900 dan melanjutkan penguatannya.
Hal ini didorong oleh optimisme atas kesepakatan dagang AS-China dan kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed. Ia memprediksi IHSG akan bergerak di level support 6.830-6.870 dan resistance 6.930-7.000.
Analisis Teknis Menunjukkan Potensi Koreksi IHSG
Herditya Wicaksana, analis PT MNC Sekuritas, menawarkan pandangan yang berbeda.
Ia memprediksi IHSG masih berada dalam fase koreksi dan berpotensi melanjutkan penurunannya dalam jangka pendek. Ia memperkirakan IHSG akan menguji level 6.783-6.813, namun waspada terhadap potensi koreksi yang lebih dalam di rentang 6.561-6.721.
Herditya memproyeksikan support IHSG di level 6.752 dan 6.632, sedangkan resistance di level 6.914 dan 6.994.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi IHSG
Beberapa sentimen eksternal dan domestik akan mempengaruhi pergerakan IHSG.
Investor masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah.
Data manufaktur China juga akan menjadi perhatian.
Data neraca dagang dan inflasi Indonesia juga akan memengaruhi pasar.
Pergerakan harga komoditas global, seperti minyak mentah dan emas, yang diperkirakan melemah, juga akan menjadi faktor penting.
Rekomendasi Saham dan Analisis
Fanny Suherman merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, yaitu:
- BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk): Spec Buy dengan area beli 392-396, cutloss di bawah 390, target 404-410.
- ENRG (PT Energi Mega Persada Tbk): Spec Buy dengan area beli 328-334, cutloss di bawah 324, target 344-352.
- BKSL (PT Sentul City Tbk): Spec Buy dengan area beli 130-133, cutloss di bawah 128, target 140-144.
- ANTM (PT Aneka Tambang Tbk): Spec Buy dengan area beli 2900-2930, cutloss di bawah 2880, target 2980-3060.
- WIFI (PT Solusi Sinergi Digital Tbk): Spec Buy dengan area beli 2040-2060, cutloss di bawah 2030, target 2100-2120.
- CUAN (PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk): Spec Buy dengan area beli 11800-11900, cutloss di bawah 11750, target 12100-12225.
Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Lakukan riset dan analisis secara menyeluruh sebelum melakukan transaksi jual beli saham.
Penutupan IHSG pada 26 Juni 2025: Penguatan Jelang Libur Panjang
Pada perdagangan Kamis, 26 Juni 2025, IHSG ditutup menguat 0,96% di posisi 6.897,40.
Penguatan ini didorong oleh mayoritas sektor saham yang menghijau menjelang libur panjang.
IHSG mencapai titik tertinggi 6.897,40 dan terendah 6.817,41. Sebanyak 357 saham menguat, 246 melemah, dan 200 stagnan.
Nilai transaksi harian mencapai Rp 15 triliun, dengan volume 21,3 miliar saham. Kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.200.
Sektor transportasi melemah 1,61%, sedangkan sektor dasar industri mencatat penguatan terbesar.
Sektor keuangan naik 1,27%, infrastruktur 0,91%, energi 0,30%, industri 0,24%, consumer nonsiklikal 0,73%, dan siklikal 0,18%.
Sektor kesehatan naik 0,84%, properti 0,70%, dan teknologi 0,04%.
Kesimpulannya, prediksi IHSG pada 30 Juni 2025 masih beragam. Meskipun ada potensi penguatan yang signifikan, investor perlu mempertimbangkan berbagai sentimen dan melakukan analisis yang komprehensif sebelum mengambil keputusan investasi. Data penutupan IHSG pada 26 Juni 2025 menunjukkan tren positif menjelang libur panjang, namun hal ini tidak menjamin kelanjutan tren yang sama pada hari perdagangan berikutnya.











