PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berhasil menorehkan kinerja positif sepanjang tahun 2024, ditandai dengan pertumbuhan penjualan dan laba. Pencapaian ini didorong oleh peningkatan volume penjualan, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional yang baik.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 26 Maret 2025, ICBP membukukan penjualan sebesar Rp 72,60 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp 67,91 triliun. Pertumbuhan penjualan ini memberikan dampak positif terhadap laba perusahaan.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat sebesar 1,2 persen menjadi Rp 7,07 triliun di tahun 2024. Dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp 6,99 triliun, pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi kinerja ICBP dalam menghasilkan keuntungan.
Analisis Kinerja ICBP Tahun 2024
Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim, menyatakan bahwa pencapaian ini sangat membanggakan, terutama mengingat tantangan ekonomi di tahun 2024. “Penjualan dan EBIT tumbuh terutama didorong oleh kenaikan volume dan perbaikan produktivitas dan efisiensi,” ujar Anthoni dalam keterangan resmi.
Meskipun beban pokok penjualan meningkat sebesar 6,8 persen menjadi Rp 45,70 triliun di tahun 2024 (dari Rp 42,78 triliun di tahun 2023), ICBP berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bruto sebesar 7,03 persen, mencapai Rp 26,89 triliun. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya produksi dan mempertahankan margin keuntungan.
Lebih lanjut, laba usaha ICBP juga mengalami peningkatan yang signifikan, naik 13,43 persen menjadi Rp 16,32 triliun di tahun 2024. Angka ini meningkat dari Rp 14,38 triliun di tahun 2023. Peningkatan ini juga terlihat dari marjin laba usaha yang meningkat menjadi 22,5 persen dari 21,2 persen di tahun sebelumnya.
Core profit, yang mencerminkan kinerja operasional perusahaan tanpa memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs, juga meningkat sebesar 12 persen menjadi Rp 10,41 triliun di tahun 2024, dibandingkan dengan Rp 9,27 triliun di tahun 2023.
Kondisi Keuangan dan Prospek Ke Depan
Total ekuitas ICBP pada tahun 2024 mencapai Rp 67,04 triliun, meningkat 7,9 persen dari Rp 62,10 triliun di tahun 2023. Sementara itu, liabilitas juga meningkat 3,2 persen menjadi Rp 58,99 triliun dari Rp 57,16 triliun. Aset perusahaan tumbuh 5,6 persen menjadi Rp 126,04 triliun pada tahun 2024.
Kas dan setara kas yang dimiliki ICBP juga meningkat secara signifikan, mencapai Rp 25,29 triliun pada tahun 2024, dibandingkan dengan Rp 19,35 triliun di tahun 2023. Ini menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang cukup kuat.
Anthoni Salim juga menyampaikan pandangannya terhadap prospek tahun 2025. Ia menyadari bahwa ketidakpastian ekonomi global masih akan menjadi tantangan. “Guna menghadapi kondisi tersebut, kami akan terus mendorong pertumbuhan penjualan dan volume ICBP, serta mempertahankan tingkat profitabilitas dan neraca keuangan yang sehat,” tegasnya.
Pada perdagangan tanggal 26 Maret 2025, saham ICBP mengalami peningkatan 1,2 persen, mencapai Rp 10.500 per saham. Hal ini menunjukkan respon positif pasar terhadap kinerja keuangan ICBP yang positif.
Dividen Tahun 2023
Sebagai tambahan informasi, ICBP telah mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 200 per saham untuk tahun buku 2023. Pembagian dividen ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 28 Juni 2024 dan dibayarkan pada 25 Juli 2024. Keputusan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan mereka.
RUPST juga menyetujui pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi baru untuk periode 2024-2027. Anthoni Salim menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap kesuksesan ICBP.
Secara keseluruhan, kinerja ICBP di tahun 2024 menunjukkan performa yang kuat dan menjanjikan, meskipun dalam kondisi ekonomi yang menantang. Strategi perusahaan yang fokus pada peningkatan volume, produktivitas, dan efisiensi terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan penjualan dan laba. Ke depan, ICBP perlu terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan mempertahankan strategi yang tepat guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.











