PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) optimistis menatap tahun 2025. Perseroan telah menyiapkan rencana belanja modal (capex) yang signifikan dan sejumlah strategi untuk membalikkan tren kerugian yang dialami dalam dua tahun terakhir. Target pendapatan yang ambisius dan proyek unggulan diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis FITT.
Salah satu kunci optimisme FITT terletak pada proyek Kertajati Umrah Park. Proyek ini menjadi fokus utama investasi perseroan di tahun 2025. Investasi yang besar diharapkan mampu mendorong kinerja keuangan dan ekspansi bisnis perseroan.
Investasi Rp 12 Miliar untuk Kertajati Umrah Park
PT Hotel Fitra International Tbk mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 12 miliar untuk proyek Kertajati Umrah Park di Majalengka. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan operasional kawasan wisata religi terpadu ini.
Proyek yang digarap anak usaha, PT Fitra Amanah Wisata, berlokasi di lahan seluas 4 hektare. Pembiayaan proyek ini sebagian besar berasal dari hasil Penawaran Umum Terbatas I senilai Rp 57,81 miliar.
Kertajati Umrah Park ditargetkan selesai pada Juni 2027. Proyek ini merupakan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dengan masa konsesi lahan selama 30 tahun.
Kawasan ini akan mengintegrasikan wisata religi, hotel, dan pusat edukasi ibadah. Kertajati Umrah Park diharapkan menjadi daya tarik wisata unggulan di Majalengka, didukung konektivitas Bandara Kertajati.
Target Pendapatan dan Laba Bersih 2025
FITT menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 13,19% di tahun 2025, mencapai Rp 15,1 miliar. Angka ini meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 13,34 miliar.
Peningkatan pendapatan akan didorong oleh strategi optimalisasi okupansi hotel dan penyewaan convention hall. Perseroan juga akan terus mengoptimalkan pendapatan dari banquet, breakfast, food and beverage, laundry, dan sumber pendapatan lainnya.
Pada tahun 2024, pendapatan terbesar FITT berasal dari okupansi hotel dan penyewaan convention hall (Rp 5,16 miliar). Pendapatan dari banquet dan layanan lainnya mencapai Rp 8,17 miliar.
Meskipun laba kotor meningkat tipis menjadi Rp 4,21 miliar di tahun 2024, FITT menargetkan laba bersih di tahun 2025. Hal ini merupakan upaya membalikkan tren kerugian yang dialami selama dua tahun terakhir. Kerugian bersih pada 2024 mencapai Rp7,78 miliar, sedikit meningkat dari Rp7,35 miliar pada 2023.
Strategi Pembiayaan dan Struktur Kepemilikan
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 16 Juni 2025, FITT mendapat persetujuan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan. Perseroan dapat meminjam dana dari bank, lembaga non-bank, dan pemegang saham.
RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pemegang saham. Salah satu keputusan penting adalah persetujuan pinjaman sebesar Rp 10 miliar dari pemegang saham pengendali.
Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk operasional perusahaan. Struktur kepemilikan saham FITT terdiri dari PT Gloria Inti Nusantara (300 juta saham), Hendra Sutanto (200 juta saham), dan masyarakat (804,27 juta saham).
Karena masih merugi di tahun 2024, FITT memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Hal ini sebagai langkah konservatif untuk fokus pada pemulihan keuangan dan pertumbuhan bisnis.
PT Hotel Fitra International Tbk menunjukkan komitmen kuat untuk pertumbuhan bisnisnya melalui investasi besar di Kertajati Umrah Park dan strategi peningkatan pendapatan yang terukur. Meskipun masih menghadapi tantangan kerugian, langkah-langkah strategis yang diambil dan optimisme manajemen memberikan harapan akan pemulihan keuangan dan keberhasilan perusahaan di masa mendatang. Perolehan izin pinjaman dan perubahan struktur kepemilikan juga menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang FITT.











