PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) mengumumkan tidak akan membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 16 Juni 2025. Direktur Utama Joni Rizal menjelaskan bahwa perusahaan masih mengalami kerugian, sehingga laba bersih akan dialokasikan untuk operasional.
Tidak Ada Dividen, Fokus pada Pemulihan Keuangan
RUPST menyetujui penggunaan laba bersih untuk operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan PT Hotel Fitra International Tbk masih mencatat kerugian. Perusahaan mendapatkan izin pinjaman Rp5 miliar dari pemegang saham pengendali untuk mendukung operasional.
PT Gloria Inti Nusantara memegang 300 juta saham, Hendra Sutanto 200 juta saham, dan sisanya, 804,27 juta saham, dimiliki oleh publik.
Strategi Pemulihan dan Target Kinerja 2025
Meskipun mengalami kerugian bersih Rp7,78 miliar pada tahun 2024 (sedikit naik dari Rp7,35 miliar di tahun 2023), FITT optimistis dapat mencapai titik impas tahun ini. Beban pokok, termasuk bunga pinjaman bank, menjadi penyebab utama kerugian tersebut.
FITT telah merancang strategi efisiensi operasional dan diversifikasi bisnis. Target pendapatan tahun 2025 diproyeksikan naik 13,19% menjadi Rp15,1 miliar. Upaya peningkatan okupansi hotel dan optimalisasi penyewaan convention hall menjadi fokus utama.
Sumber Pendapatan Utama
Pendapatan terbesar FITT di tahun 2024 berasal dari okupansi hotel dan penyewaan convention hall, yaitu Rp5,16 miliar. Pendapatan lainnya, seperti banquet, breakfast, food and beverage, laundry, dan lain-lain mencapai Rp8,17 miliar.
Meskipun laba bersih masih negatif, laba kotor meningkat tipis sebesar 0,71% menjadi Rp4,21 miliar.
Peningkatan Kinerja Aset dan Rasio Keuangan
Kinerja aset FITT menunjukkan peningkatan signifikan. Aset perusahaan meningkat 77,04% menjadi Rp102,33 miliar, sementara ekuitas melonjak tajam 175,41% menjadi Rp77,53 miliar. Liabilitas justru turun 16,39% menjadi Rp24,79 miliar.
Direktur Keuangan Sukino menjelaskan perbaikan signifikan rasio keuangan perusahaan. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) membaik menjadi 0,32 kali dari sebelumnya minus 1,05 kali. Rasio utang terhadap aset juga turun menjadi 0,24 kali. Peningkatan current ratio menjadi 2,97 kali menunjukkan likuiditas yang jauh lebih sehat.
Dengan strategi yang telah disusun dan perbaikan kinerja aset serta rasio keuangan, FITT optimistis dapat memperbaiki kinerja keuangannya dan mencatatkan laba bersih pada tahun 2025. Meskipun tidak membagikan dividen tahun ini, langkah-langkah yang diambil menunjukkan komitmen perusahaan untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.











