Kantor Jaksa Agung Ohio baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting bagi para investor kripto menyusul meningkatnya kasus penipuan. Peringatan ini dikeluarkan pada 11 Juni 2025 dan merespon kekhawatiran akan semakin banyaknya korban penipuan kripto, yang dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi dan meningkatnya popularitas investasi di aset digital ini.
Pihak berwenang menekankan betapa mudahnya penipuan kripto terjadi karena kurangnya perlindungan pada mata uang kripto dibandingkan dengan metode pembayaran konvensional lainnya. Selain itu, melacak dana kripto yang telah dikirim juga sangat sulit.
Beberapa jenis kripto yang sering menjadi sasaran penipuan meliputi Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, dan Ripple. Kantor Jaksa Agung Ohio memberikan panduan enam langkah praktis bagi para korban untuk meminimalisir kerugian dan melindungi diri mereka.
Langkah-Langkah Mengatasi Penipuan Kripto
Langkah pertama yang sangat krusial adalah menghentikan segala bentuk pengiriman kripto lebih lanjut. Penipu seringkali melancarkan penipuan gelombang kedua dengan menyamar sebagai pejabat pemerintah, agen pemulihan, atau pengacara untuk meyakinkan korban agar mengirimkan lebih banyak dana.
Langkah kedua adalah mengumpulkan semua bukti yang relevan. Bukti ini sangat penting untuk membantu penyelidikan dan upaya pemulihan dana di masa mendatang. Contoh bukti yang perlu dikumpulkan meliputi transkrip percakapan, email, URL situs web yang mencurigakan, nomor telepon pelaku, dan tanda terima transaksi.
- Simpan semua bukti digital dan fisik secara aman. Jangan menghapus atau memodifikasi bukti apapun.
- Buat salinan bukti-bukti tersebut dan simpan di tempat yang berbeda agar terhindar dari kehilangan data.
Lindungi Akun Keuangan dan Identitas Anda
Setelah mengumpulkan bukti, langkah berikutnya adalah melindungi akun keuangan dan identitas pribadi Anda. Ini termasuk mengamankan akun rekening bank dan kartu kredit.
Jika informasi sensitif seperti nomor rekening bank atau informasi kartu kredit telah diberikan kepada penipu, segera hubungi bank Anda dan laporkan kejadian tersebut. Minta peringatan penipuan atau pembekuan kredit dari tiga biro kredit utama: Equifax, Experian, dan TransUnion. Langkah ini gratis dan tidak akan mempengaruhi skor kredit Anda.
Langkah keempat yang tak kalah penting adalah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Segera laporkan penipuan tersebut kepada otoritas lokal, negara bagian, dan federal yang relevan. Di Amerika Serikat, contohnya adalah Divisi Sekuritas dari Departemen Perdagangan Ohio, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC), dan Departemen Kehakiman AS (DOJ).
Cari Bantuan Profesional dan Evaluasi Risiko
Langkah kelima adalah mencari bantuan profesional. Pertimbangkan untuk memeriksa polis asuransi rumah Anda untuk melihat apakah ada perlindungan terhadap pencurian identitas. Konsultasikan juga dengan ahli pajak terkait potensi pengurangan pajak karena kerugian akibat penipuan. Anda juga bisa menghubungi konselor kredit nirlaba atau penasihat keuangan untuk mendapatkan bantuan.
Terakhir, evaluasi bagaimana penipuan ini bisa terjadi. Beberapa perilaku online yang umum, seperti bergabung dengan grup investor yang tidak terpercaya, merespons tawaran giveaway palsu, atau berlangganan konten promosi yang mencurigakan, seringkali membuat seseorang lebih rentan terhadap penipuan kripto. Pelajari dari pengalaman ini untuk meningkatkan keamanan di masa depan.
Meskipun risiko penipuan kripto cukup tinggi, pendidikan dan penerapan praktik keamanan yang tepat sangat penting. Dengan demikian, investor dapat memanfaatkan potensi teknologi kripto tanpa harus menjadi korban penipuan. Kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup adalah kunci untuk melindungi diri di dunia investasi kripto yang dinamis ini.











