PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT), pengembang properti asal Minahasa, Sulawesi Utara, memasuki tahun 2025 dengan optimisme tinggi. Keyakinan ini didasarkan pada tren pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil dan kondisi makro ekonomi Sulawesi Utara yang kondusif bagi sektor properti.
Dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan juga turut mendorong optimisme HBAT. Insentif seperti PPN DTP, kenaikan batas atas PBB, dan suku bunga kredit yang stabil menciptakan iklim investasi yang positif.
Strategi HBAT Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan di 2025
Direktur Utama HBAT, Go Ronny Nugroho, menyatakan keyakinannya akan pertumbuhan positif dan berkelanjutan bagi perusahaan di tahun 2025 dan seterusnya.
Untuk mencapai hal tersebut, HBAT telah menyiapkan sejumlah strategi kunci.
- Ekspansi wilayah melalui akuisisi lahan strategis di Sulawesi Utara. Langkah ini akan memperluas portofolio proyek dan jangkauan pasar HBAT.
- Peningkatan keseimbangan antara pendapatan berulang (recurring income) dan pendapatan dari pengembangan properti. Strategi ini akan menciptakan arus kas yang lebih stabil dan mengurangi ketergantungan pada proyek-proyek pengembangan saja.
- Pengelolaan cashflow yang sehat dan efisien. HBAT berkomitmen untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan agar dapat mendukung ekspansi dan operasional.
- Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Investasi pada SDM bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas proyek yang dikerjakan.
- Pemantauan dan pengawasan proyek yang ketat. Hal ini untuk memastikan seluruh proyek berjalan tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas.
- Penguatan strategi pemasaran, baik konvensional maupun digital. Dengan demikian, HBAT dapat menjangkau lebih banyak calon konsumen.
Strategi ini merupakan kelanjutan dari upaya efisiensi biaya produksi yang telah dilakukan sepanjang 2024 tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
Kinerja Keuangan HBAT di Tahun 2024
Pada tahun 2024, HBAT mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 5,25% menjadi Rp 39,47 miliar, namun masih di bawah target Rp 65,4 miliar.
Laba komprehensif mencapai Rp 8,47 miliar. Laba bruto turun sedikit menjadi Rp 17,64 miliar dibandingkan Rp 18,94 miliar di tahun 2023.
Total aset perusahaan meningkat 15,98% menjadi Rp 82,08 miliar, sementara ekuitas naik 12,14% menjadi Rp 78,3 miliar.
Liabilitas meningkat signifikan menjadi Rp 3,78 miliar dari Rp 950,97 juta di tahun sebelumnya.
Realisasi Dana IPO dan Alokasi Penggunaan
Dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) HBAT, setelah dikurangi biaya emisi, mencapai Rp 23,8 miliar.
Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembelian lahan (46,20%) dan pembangunan fasilitas umum di perumahan Sawangan Permai (45,36%).
Sisa dana (8,44%) digunakan untuk modal kerja, termasuk pembayaran kepada kontraktor dan pemasok.
Hingga akhir 2024, realisasi dana IPO mencapai Rp 20,03 miliar, menyisakan Rp 3,79 miliar yang belum digunakan.
Secara keseluruhan, HBAT menunjukkan optimisme yang beralasan untuk tahun 2025. Kombinasi strategi yang terukur, dukungan kebijakan pemerintah, dan pengelolaan keuangan yang hati-hati diharapkan dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan perusahaan di masa depan. Meskipun terdapat tantangan, seperti target penjualan yang belum tercapai sepenuhnya di tahun 2024, langkah-langkah strategis yang diambil menunjukkan komitmen HBAT untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Keberhasilan implementasi strategi ini akan menjadi penentu utama bagi pertumbuhan dan kinerja HBAT di tahun-tahun mendatang.











