Saham PT Mitra Pack Tbk (PTMP) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis, 3 Juli 2025, setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan selama lima hari berturut-turut. Penurunan ini menjadi sorotan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya peningkatan harga saham PTMP yang tidak lazim (Unusual Market Activity/UMA).
Penurunan harga saham PTMP mencapai 7,5 persen, menutup perdagangan di harga Rp 111 per saham. Meskipun dibuka dengan kenaikan, saham PTMP mengalami tekanan jual yang cukup besar sepanjang hari.
Anjloknya Saham PTMP Setelah Kenaikan Tajam
Penurunan harga saham PTMP sebesar 7,5% ini cukup signifikan, terutama setelah sebelumnya saham ini mengalami peningkatan sebesar 13,27% dalam lima hari perdagangan sebelumnya.
Data RTI mencatat total frekuensi perdagangan saham PTMP sebanyak 10.596 kali dengan volume 2.156.887 saham, dan nilai transaksi mencapai Rp 24,2 miliar. Kapitalisasi pasar PTMP tercatat sebesar Rp 305,75 miliar.
BEI mencatat aktivitas pasar yang tidak biasa (UMA) pada saham PTMP. Namun, perlu ditegaskan bahwa pengumuman UMA belum tentu mengindikasikan adanya pelanggaran regulasi pasar modal.
Penjelasan BEI Mengenai UMA Saham PTMP
BEI menjelaskan bahwa mereka tengah memantau perkembangan pola transaksi saham PTMP menyusul pengumuman UMA. Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Terkait hal ini, BEI memberikan beberapa imbauan kepada investor. Investor disarankan untuk mencermati informasi yang dipublikasikan oleh perusahaan, termasuk rencana corporate action.
- Perhatikan jawaban PTMP atas permintaan konfirmasi Bursa.
- Cermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.
- Kaji kembali rencana corporate action jika belum disetujui RUPS.
- Pertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum berinvestasi.
Informasi terakhir yang dipublikasikan BEI mengenai PTMP adalah tanggal 24 Juni 2025, berkaitan dengan rencana pengambilalihan PT Master Print Tbk (anak perusahaan PTMP).
Sebelumnya, BEI juga telah mengumumkan UMA pada saham PTMP pada 22 Juli 2024.
Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar
Pada hari yang sama, IHSG juga mengalami penurunan tipis, sebesar 0,05%, menutup perdagangan di level 6.878,05.
Nilai transaksi harian IHSG mencapai Rp 8 triliun dengan volume 18,5 miliar saham. Dolar AS terhadap Rupiah berada di kisaran 16.183.
Meskipun IHSG melemah, beberapa sektor saham justru mengalami penguatan. Sektor consumer nonsiklikal memimpin penguatan dengan kenaikan 1,34%, diikuti sektor transportasi dan basic industry.
Sebaliknya, sektor keuangan, teknologi, dan industri mengalami penurunan.
Secara global, kesepakatan perdagangan antara AS dan Vietnam memicu optimisme, namun penghentian kerja sama Iran dengan pengawas nuklir PBB menambah risiko geopolitik. Pemerintah Indonesia juga berupaya agar tidak dikenakan tarif resiprokal yang tinggi dari AS.
Secara keseluruhan, pergerakan saham PTMP perlu dilihat dalam konteks pergerakan IHSG dan sentimen pasar secara global dan domestik. Informasi yang transparan dan analisis yang mendalam sangat penting bagi investor dalam pengambilan keputusan.











