PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 12 Juni 2025. Perhelatan tahunan ini menjadi sorotan, terlebih dengan kinerja PTBA yang menarik perhatian pasar saham. Bagaimana pergerakan saham PTBA di tengah penyelenggaraan RUPST ini? Berikut ulasan selengkapnya.
Harga saham PTBA menunjukkan tren positif pada penutupan perdagangan sesi pertama RUPST. Kenaikan ini terjadi meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan.
Pergerakan Saham PTBA di Tengah RUPST
Saham PTBA ditutup dengan kenaikan 0,33 persen, mencapai harga Rp 3.020 per saham. Harga pembukaan saham PTBA tercatat di angka Rp 3.030 per saham.
Saham PTBA sepanjang sesi pertama perdagangan mencatat harga tertinggi Rp 3.070 dan terendah Rp 2.960 per saham. Volume perdagangan tercatat sebanyak 608.45 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 183,5 miliar.
Sebanyak 8.956 kali transaksi terjadi sepanjang sesi pertama perdagangan PTBA. Hal ini mengindikasikan cukup tingginya aktivitas perdagangan saham PTBA di hari pelaksanaan RUPST.
Agenda RUPST PTBA Tahun Buku 2024
RUPST PTBA pada 12 Juni 2025 memiliki sekitar enam agenda penting yang dibahas. Agenda-agenda tersebut meliputi persetujuan laporan keuangan, penggunaan laba, penetapan remunerasi, dan pemilihan auditor eksternal.
Berikut rincian agenda RUPST PTBA tahun buku 2024:
- Persetujuan laporan tahunan, laporan keuangan konsolidasian, laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris, dan laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) tahun buku 2024, termasuk pembebasan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris.
- Persetujuan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2024.
- Penetapan remunerasi (gaji, honorarium, fasilitas, dan tunjangan) tahun 2025 dan tantiem tahun buku 2024 bagi Direksi dan Dewan Komisaris.
- Penetapan Akuntan Publik (AP) dan/atau Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan PUMK tahun buku 2025.
- Persetujuan perubahan Peraturan Dana Pensiun Bukit Asam.
- Perubahan susunan pengurus Perseroan.
Penjualan batu bara PTBA pada kuartal I 2024 meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 9,7 juta ton. Kinerja positif ini kemungkinan turut mempengaruhi sentimen positif pasar terhadap saham PTBA.
Perubahan Susunan Komisaris PTBA
Masa jabatan beberapa komisaris PTBA berakhir pada 10 Juni 2025. Hal ini meliputi Komisaris Utama Irwandy Arif, Carlo B. Tewu, E. Piterdono HZ sebagai Komisaris, dan Komisaris Independen Andi Pahril Pawi.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, masa jabatan mereka berakhir secara hukum. Pengangkatan komisaris baru akan diputuskan pada RUPST yang digelar pada 12 Juni 2025.
Proses penggantian komisaris ini akan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengumuman resmi terkait susunan komisaris baru akan disampaikan setelah RUPST.
Kinerja positif PTBA dan agenda RUPST yang krusial, termasuk pergantian susunan komisaris, membuat pergerakan saham PTBA menjadi sorotan pasar. Perlu dipantau lebih lanjut bagaimana dampak RUPST terhadap kinerja dan harga saham PTBA ke depannya. Investor diharapkan cermat dalam mencermati informasi resmi dari perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.











