FWD Group, perusahaan asuransi yang didukung oleh miliarder Richard Li, berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong. Mereka menargetkan untuk mengumpulkan dana sebesar USD 442,08 juta (sekitar Rp 7,17 triliun dengan kurs saat ini).
Rencana IPO ini diumumkan melalui pengajuan peraturan pada Kamis pekan lalu. FWD Group akan menawarkan 91,3 juta saham dengan harga penawaran HK$38 per saham.
FWD Group Incar Dana Triliunan Rupiah Lewat IPO di Hong Kong
Langkah FWD Group ini menarik perhatian, mengingat meningkatnya aktivitas pencatatan saham di Hong Kong. Pasar Hong Kong telah menunjukkan peningkatan aktivitas setelah beberapa tahun lesu.
Beberapa perusahaan besar telah berhasil melakukan IPO di Hong Kong baru-baru ini, seperti CATL (USD 4,6 miliar) dan Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals (USD 1,27 miliar).
Pasar Modal Asia Butuh Dorongan IPO Perusahaan Besar
Analis menilai pasar modal Asia membutuhkan katalis untuk menarik lebih banyak IPO dari perusahaan-perusahaan terkemuka. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan likuiditas dan daya tarik pasar.
Jenny Lee, pendiri dan senior managing partner Granite Asia, mengatakan bahwa meningkatkan jumlah produk, informasi, manajer, dan penerbit berkualitas baik dapat membantu.
Kehadiran perusahaan-perusahaan besar dan ternama dalam IPO di Asia juga akan sangat membantu. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menarik minat investasi.
Lee optimistis terhadap kinerja perusahaan swasta di tahun 2025. Ia menghubungkan potensi peningkatan ini dengan fundamental perusahaan swasta yang kuat.
Suku bunga tinggi di tahun 2024 membuat jendela IPO relatif tertutup di pasar matang seperti AS, China, dan Hong Kong. Banyaknya pemilihan umum di tahun 2024 juga meningkatkan ketidakpastian ekonomi.
Aktivitas IPO di Asia menurun drastis di tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. EY mencatat penurunan transaksi 35 persen dan hasil penjualan 51 persen secara year on year (YoY).
Namun, ada beberapa titik terang. India mencatatkan jumlah IPO tertinggi di pasar utama, yaitu 327 pencatatan. Jepang dan Korea Selatan juga mencatatkan aktivitas IPO yang substansial.
Peluang Investasi di Sektor Teknologi Kesehatan dan Perawatan
Sereta Tan, CEO dan salah satu pendiri Gaia Investment Partners, melihat potensi besar di sektor teknologi kesehatan dan perawatan di Asia. Sektor ini diproyeksikan akan tumbuh pesat.
Permintaan layanan kesehatan diperkirakan mencapai USD 2,3 triliun pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh peningkatan populasi lansia di kawasan Asia Pasifik.
Tan menyebutkan potensi penghimpunan dana hingga USD 30 miliar di ekuitas swasta Asia pada tahun 2025. India dan Jepang diperkirakan akan menjadi destinasi utama investasi.
China juga masih menyimpan potensi peluang, meskipun perlu diwaspadai potensi dislokasi global. Dislokasi global dapat muncul dari berbagai faktor, seperti perubahan kepemimpinan dan terobosan teknologi.
Contohnya adalah ancaman tarif dari pemerintahan sebelumnya di AS, dan munculnya model kecerdasan buatan dari perusahaan rintisan China.
Investasi di modal ventura dan ekuitas swasta dinilai menawarkan pengembalian yang stabil. Tan menyarankan investor untuk berinvestasi sepanjang siklus untuk meraih pertumbuhan yang optimal.
Perusahaan investasi swasta di Asia memberikan tingkat pengembalian internal yang stabil, antara 10 persen hingga 20 persen. Peluang besar tersedia di sektor ekuitas swasta, terutama untuk perusahaan kecil dan menengah.
Jumlah perusahaan swasta dengan pendapatan tahunan di atas USD 100 juta jauh lebih banyak dibandingkan perusahaan publik. Ini membuka peluang investasi di berbagai sektor, termasuk daur ulang limbah dan produsen bahan kemasan.
Secara keseluruhan, IPO FWD Group menandai peningkatan aktivitas di pasar Hong Kong dan mencerminkan potensi pertumbuhan ekonomi di Asia, khususnya dalam sektor asuransi dan teknologi kesehatan. Meskipun tantangan masih ada, prospek investasi di pasar Asia tetap menarik, terutama bagi investor yang memiliki strategi jangka panjang dan mampu mengelola risiko.











