Penulis terkenal Robert Kiyosaki kembali memberikan prediksinya tentang harga Bitcoin (BTC). Ia mengaitkan tren “Fear of Making Mistake” (FOMM) atau ketakutan membuat kesalahan dengan dorongan harga Bitcoin. Kiyosaki mengamati bahwa kelompok investor yang takut salah cenderung menunggu hingga harga Bitcoin mencapai level tertentu sebelum berinvestasi.
Dalam unggahannya di media sosial X, Kiyosaki menulis, “Jika sejarah menjadi indikator, kelompok FOMM yang berinvestasi dalam Bitcoin akan mempercepat peningkatan kekayaan antargenerasi … kelompok Fear of Making Mistake akan menunggu hingga Bitcoin melewati USD 200.000 tahun ini dan berkata: ‘bitcoin terlalu mahal.'” Pernyataan ini menunjukkan keyakinannya bahwa harga Bitcoin masih berpotensi naik signifikan.
Meskipun optimis, Kiyosaki menekankan pentingnya berpikir kritis dan tidak hanya bergantung pada satu sumber informasi. Ia mengajak para pengikutnya untuk melakukan riset sendiri dan belajar dari berbagai perspektif. “Jangan percaya begitu saja. Dengarkan orang-orang yang saya ikuti dan pelajari mereka,” tulisnya.
Kiyosaki menyebutkan beberapa tokoh yang ia ikuti, termasuk Jeff Booth, Michael Saylor, Samson Mow, Max Keiser, Donald Trump, George dari Cryptos R Us, Mark Moss, Larry Lepard, Kathy Wood, Raoul Pal, dan Anthony Scaramucci. Dengan mempelajari pandangan mereka, baik yang pro maupun kontra Bitcoin, investor diharapkan dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat.
Penulis buku terlaris “Rich Dad Poor Dad” ini dikenal karena sering memperingatkan tentang pola pikir yang menurutnya menghambat kebebasan finansial. Ia sendiri merupakan pendukung Bitcoin jangka panjang, melihatnya sebagai aset revolusioner dan lindung nilai terhadap mata uang fiat.
Analisis Harga Kripto 25 Maret 2025
Data dari Coinmarketcap pada 25 Maret 2025 menunjukkan penguatan harga Bitcoin dan beberapa kripto utama lainnya. Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan 2,43% dalam 24 jam dan 5,95% dalam sepekan, mencapai harga Rp 1.454.780.818,92. Kenaikan ini menunjukkan minat pasar yang masih cukup kuat terhadap aset kripto ini.
Ethereum (ETH) juga menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 5,20% dalam 24 jam dan 10,24% dalam sepekan, diperdagangkan pada harga Rp 34.705.116,02. Kenaikan harga ETH mengindikasikan kepercayaan investor terhadap perkembangan ekosistem Ethereum.
Beberapa altcoin juga menunjukan performa yang baik. Solana (SOL) mencatat kenaikan paling signifikan, yaitu 5,99% dalam sehari dan 13,85% dalam sepekan, mencapai harga Rp 2.357.105,32. Dogecoin (DOGE) juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi, sebesar 8,48% dalam sehari dan 10,45% dalam sepekan, diperdagangkan pada harga Rp 3.093,45.
Kripto lainnya seperti XRP, Binance Coin (BNB), Tether (USDT), Cardano (ADA), dan TRON (TRX) juga menunjukan penguatan, meskipun dalam persentase yang lebih rendah dibandingkan Solana dan Dogecoin. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto mengalami peningkatan 1,98% dibandingkan hari sebelumnya, mencapai Rp 47,65P. Ini menandakan sentimen pasar yang cenderung positif.
Harga Kripto Lainnya dan Pertimbangan Investasi
USD Coin (USDC), stablecoin yang dipatok pada nilai dolar AS, juga mengalami penguatan, sebesar 0,59% dalam 24 jam dan 1,28% dalam sepekan, diperdagangkan pada harga Rp 16.598,73. Kenaikan ini menunjukkan stabilitas relatif USDC di tengah fluktuasi pasar kripto.
Penting untuk diingat bahwa pasar kripto sangat fluktuatif. Pergerakan harga yang terjadi pada 25 Maret 2025 hanyalah sebagian kecil dari gambaran keseluruhan. Sebelum melakukan investasi, lakukan riset menyeluruh, pahami risiko yang terlibat, dan jangan berinvestasi lebih dari yang mampu Anda rugikan. Konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional jika diperlukan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.











