Kenaikan nilai Euro terhadap Dolar AS berdampak positif pada pasar stablecoin. Pada semester pertama tahun 2025, Euro mengalami penguatan signifikan, melampaui kinerja Nasdaq, S&P 500, dan hampir menyamai kenaikan Bitcoin.
Penguatan ini menarik minat investor ke stablecoin yang dipatok pada Euro, mendorong peningkatan kapitalisasi pasar secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi investor di tengah dinamika pasar mata uang global.
Lonjakan Nilai Euro Dorong Pertumbuhan Stablecoin Berbasis Euro
Data dari TradingView menunjukkan nilai tukar EUR/USD melonjak 12,88% di semester pertama 2025.
Kenaikan ini memicu peningkatan kapitalisasi pasar stablecoin berbasis Euro hingga 44%, dari USD 310 juta menjadi USD 480 juta (Rp 7,7 triliun) menurut data Coingecko.
EURC Circle, stablecoin yang terdaftar di AS, memimpin pertumbuhan ini dengan kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 138% menjadi USD 200,36 juta (Rp 3,2 triliun).
Seorang pembawa acara The Modern Market Show di platform X, yang menggunakan nama samaran Legendary, bahkan menyatakan bahwa mengalihkan stablecoin dari USDC/USDT ke EURC merupakan salah satu strategi investasi terbaiknya tahun ini.
Dominasi USDT Tetap Kuat Meskipun Ada Pergeseran
Meskipun stablecoin berbasis Euro menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, kapitalisasi pasar gabungannya masih lebih rendah 1% dibandingkan stablecoin Dolar AS.
USDT, stablecoin yang diterbitkan oleh Tether, tetap mendominasi pasar dengan pasokan mencapai titik tertinggi sepanjang masa, yaitu USD 156,1 miliar (Rp 2,5 kuadriliun).
Sebagian besar pasokan USDT (90%) terkonsentrasi di jaringan Ethereum dan Tron.
Sebaliknya, stablecoin USDC, yang diterbitkan oleh Circle, menunjukkan peningkatan popularitas di berbagai blockchain yang lebih kecil.
Analisis Korelasi dan Dampak Regulasi
Kenaikan nilai EUR/USD mencapai level tertinggi sejak September 2021, menunjukkan rusaknya korelasi antara nilai tukar dan perbedaan suku bunga Fed dan ECB.
Korelasi antara EUR/USD dan Bitcoin juga meningkat, mencapai 0,62, menunjukkan korelasi positif moderat.
Dominasi USDT, meskipun menurun menjelang akhir 2024, tetap signifikan. Penurunan ini bertepatan dengan penerapan regulasi stablecoin MiCA Uni Eropa.
Tether, sebagai penerbit USDT, memilih untuk menarik diri dari pasar ketimbang mematuhi regulasi MiCA, menghentikan penerbitan EURT dan mengalami delisting di beberapa bursa utama.
Perkembangan ini menunjukkan kompleksitas pasar stablecoin yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika nilai tukar mata uang global dan regulasi. Peningkatan popularitas stablecoin berbasis Euro menandakan diversifikasi aset digital dan pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor makro ekonomi dalam strategi investasi kripto.
Perlu diingat bahwa investasi kripto memiliki risiko tinggi. Penting untuk melakukan riset dan analisis mendalam sebelum melakukan investasi.











