PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya. Dividen sebesar Rp 19 per lembar saham ini, bernilai total Rp 299,89 miliar, disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPS) pada Selasa, 10 Juni 2025. Pembagian dividen ini merupakan buah dari kinerja ERAA yang solid di tahun 2024.
Kinerja keuangan yang kuat ini menjadi dasar bagi keputusan pembagian dividen yang menguntungkan para pemegang saham. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen ERAA dalam memberikan imbal hasil yang nyata.
Dividen Rp 299 Miliar untuk Pemegang Saham ERAA
Erajaya Swasembada mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,03 triliun di tahun 2024. Angka ini menunjukan peningkatan sebesar 25 persen dibandingkan tahun 2023.
Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada, Hasan Aula, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merefleksikan komitmen perusahaan dalam memberikan keuntungan nyata bagi pemegang saham. Strategi diversifikasi dan inovasi bisnis ERAA juga akan terus diperkuat.
Ekspansi Bisnis dan Penguatan Digital
Pada tahun 2024, ERAA berhasil mengembangkan portofolio bisnisnya ke sektor non-elektronik. Sektor yang digarap meliputi makanan dan minuman (F&B), farmasi (Wellings Pharmacy), dan gaya hidup aktif melalui kerjasama dengan merek global seperti JD Sports, Garmin, dan Urban Republic.
Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada trafik platform e-commerce ERAA. Hal ini didukung oleh integrasi yang semakin kuat antara platform digital, marketplace, dan conversational commerce.
Keberlanjutan dan Kinerja Kuartal I 2025
Erajaya Swasembada berkomitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui program Lentera Cerdas, Sehat, Kasih, dan Hijau, yang mendukung 10 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Skor ESG Sustainalytics ERAA mencapai 14,7, menunjukkan praktik bisnis berkelanjutan yang kuat. Di kuartal I 2025, ERAA mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 15,88 triliun dan laba bersih mencapai Rp 212 miliar.
RUPS Luar Biasa dan Program MESOP
Dalam RUPS Luar Biasa yang diadakan pada tanggal yang sama, disetujui perpanjangan pengalihan sebagian saham treasuri. Pengalihan saham ini ditujukan untuk Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan (MESOP), dengan jumlah maksimal 51.540.500 lembar saham atau 0,32% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Program MESOP bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan kesejahteraan karyawan, sekaligus memperkuat komitmen jangka panjang mereka terhadap perusahaan.
IHSG Menguat, Investor Asing Catat Aksi Beli dan Jual
Pada perdagangan Kamis, 22 Mei 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 24,52 poin (0,34%) ke level 7.166. Terdapat 294 saham yang menguat, sementara 306 saham melemah dan 207 saham stagnan.
Nilai transaksi harian mencapai Rp 14,1 triliun dengan volume perdagangan 22,3 miliar saham. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp 621,92 miliar, meskipun sepanjang tahun 2025, aksi jual bersih masih mendominasi dengan total Rp 47,25 triliun.
Saham dengan Net Foreign Buy Tertinggi
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Rp 462,47 miliar
- Aneka Tambang (ANTM): Rp 85,44 miliar
- Bank Mandiri (BMRI): Rp 85,39 miliar
- Bumi Resources Minerals (BRMS): Rp 76,84 miliar
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO): Rp 72,97 miliar
- Bank Central Asia (BBCA): Rp 63,94 miliar
- Bank Syariah Indonesia (BRIS): Rp 47,89 miliar
- Erajaya Swasembada (ERAA): Rp 36,58 miliar
- Raharja Energi Cemerlang (RATU): Rp 27,54 miliar
- Barito Pacific (BRPT): Rp 24,60 miliar
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA): Rp 14,00 miliar
Saham dengan Net Foreign Sell Tertinggi
- Astra International (ASII): Rp 77,92 miliar
- Adaro Energy Indonesia (ADRO): Rp 47,56 miliar
- Sumber Alfaria Trijaya (AMRT): Rp 44,73 miliar
- Bank Negara Indonesia (BBNI): Rp 44,56 miliar
- Amman Mineral Internasional (AMMN): Rp 44,50 miliar
- Vale Indonesia (INCO): Rp 44,46 miliar
- Pertamina Geothermal Energy (PGEO): Rp 34,31 miliar
- Unilever Indonesia (UNVR): Rp 25,47 miliar
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN): Rp 22,96 miliar
- AKR Corporindo (AKRA): Rp 21,96 miliar
Pembagian dividen ERAA menunjukkan kinerja perusahaan yang positif dan komitmennya terhadap pemegang saham. Pertumbuhan di berbagai sektor dan strategi digital yang kuat menunjukan potensi ERAA untuk terus berkembang di masa mendatang. Meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih secara keseluruhan, aksi beli pada beberapa saham unggulan menunjukkan adanya kepercayaan terhadap pasar saham Indonesia.











