PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), perusahaan manufaktur suku cadang otomotif, elektronik, dan sanitasi, berencana ekspansi bisnis. Perusahaan ini akan menambah dua lini usaha baru, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan dan menangkap peluang pasar domestik yang lebih luas. Rencana ini akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Agustus 2025.
Informasi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 7 Juli 2025. Ekspansi bisnis ini akan mencakup dua Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), yakni KBLI 25992 (Industri Peralatan Dapur dan Meja dari Logam) dan KBLI 28210 (Industri Mesin Pertanian dan Kehutanan).
Ekspansi Bisnis PART: Menuju Pasar Baru yang Lebih Luas
PART akan memproduksi tray makanan berbahan logam. Produk ini mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jangkauan pasar dan memberikan kontribusi positif terhadap program pemerintah.
Selain itu, PART juga akan mengembangkan mesin panjat pohon kelapa. Pengembangan ini dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor perkebunan kelapa di Indonesia.
Dengan perluasan lini bisnis ini, PART berharap dapat meningkatkan diversifikasi produk dan pendapatan. Hal ini juga akan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih beragam dengan produk-produk yang berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Investasi yang Dilakukan PT Cipta Perdana Lancar Tbk
Total investasi yang direncanakan mencapai Rp 91,3 miliar. Investasi ini akan dialokasikan untuk dua KBLI yang baru tersebut.
Untuk KBLI 25992 (Industri Peralatan Dapur dan Peralatan Meja dari Logam), dana sebesar Rp 32,1 miliar akan berasal dari kas internal perusahaan. Sisanya, sebesar Rp 59 miliar, akan diperoleh melalui pinjaman bank.
Sementara itu, untuk KBLI 28210 (Industri Mesin Pertanian dan Kehutanan), investasi sebesar Rp 237,7 juta dialokasikan untuk riset dan pengembangan. Pendanaan riset ini bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (DIPA ORPP) dan kerjasama dengan BRIN.
Program Makan Bergizi Gratis dan Isu Korupsi
Hashim Djojohadikusumo, Board of Advisors Prasasti Center for Policy Studies, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dugaan korupsi di program MBG. Beliau mengaku menerima laporan dugaan korupsi tersebut setiap hari.
Hashim menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, beliau langsung menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk melakukan pengecekan dan investigasi. Anggaran MBG yang besar, mencapai Rp 121 triliun tahun ini, menjadi perhatian khusus agar program tersebut berjalan efektif dan bebas dari korupsi.
Hashim juga menekankan pentingnya pengawasan dan pelaporan terhadap dugaan korupsi. Beliau meminta semua pihak untuk aktif dalam mengawasi penggunaan anggaran yang besar tersebut. Hal ini penting untuk memastikan keberhasilan program MBG dalam meningkatkan gizi masyarakat.
Hashim juga meminta lembaga think tank, termasuk Prasasti Center, untuk ikut mengawasi program MBG. Lembaga tersebut diharapkan dapat memberikan analisis dan rekomendasi yang objektif berdasarkan data dan sains untuk meningkatkan kinerja BGN.
Peluang ekspansi bisnis PART sejalan dengan program pemerintah. Program MBG membutuhkan pasokan tray makanan yang memadai. PART melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan kontribusi terhadap program tersebut. Namun, pengawasan ketat terhadap potensi korupsi dalam program-program berskala besar sangat penting demi keberhasilan dan keadilan. Peran lembaga independen dan transparansi informasi menjadi kunci keberhasilan pengawasan tersebut.











