Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) secara tegas membantah kabar rencana akuisisi terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Managing Director Investment Danantara Indonesia, Stefanus Ade Hadiwidjaja, langsung menyampaikan penyangkalan tersebut. Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi spekulasi yang beredar di publik.
Danantara Indonesia menekankan komitmennya terhadap prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan investasi. Meskipun terbuka terhadap peluang, semua proses dilakukan secara selektif dan terukur.
Bantahan Resmi Danantara Indonesia Terkait Akuisisi GOTO
Stefanus Ade Hadiwidjaja menyatakan secara langsung bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan sama sekali mengenai akuisisi GOTO. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu, 14 Juni 2025, seperti dikutip dari Antara.
Danantara Indonesia selalu mempertimbangkan dampak investasi terhadap perekonomian nasional. Fokus utama lembaga ini adalah penguatan sektor-sektor strategis.
Spekulasi Akuisisi Saham Minoritas dan Tanggapan GoTo
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Danantara Indonesia tengah mempertimbangkan akuisisi saham minoritas GoTo. Hal ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran pemerintah terkait potensi akuisisi GoTo oleh perusahaan teknologi asal Singapura, Grab.
Grab dikabarkan berencana merger dengan GoTo pada kuartal II 2025, dengan nilai valuasi yang diperkirakan mencapai USD 7 miliar (sekitar Rp 114 triliun). Angka ini tentunya menjadi perhatian banyak pihak.
Menanggapi isu tersebut, GoTo memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan menyatakan belum ada keputusan terkait potensi transaksi dengan Grab.
Sekretaris Perusahaan GoTo, R A Koesoemohadiani, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait spekulasi rencana transaksi dengan Grab. Pernyataan ini disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada publik.
GoTo Terbuka Terhadap Berbagai Tawaran Investasi
GoTo mengakui menerima berbagai tawaran dari berbagai pihak secara berkala. Namun, setiap tawaran akan dikaji secara menyeluruh.
Proses pengkajian ini mempertimbangkan kepentingan jangka panjang semua pemangku kepentingan. Keputusan final akan didasarkan pada analisis yang komprehensif dan matang.
Sampai dengan tanggal rilis informasi, GoTo menyatakan belum mengambil keputusan apapun terkait tawaran yang telah diterima. Hal ini memastikan transparansi dan akuntabilitas perusahaan kepada pemegang saham dan publik.
Kesimpulannya, baik Danantara Indonesia maupun GoTo telah memberikan klarifikasi resmi terkait isu akuisisi. Danantara Indonesia membantah adanya rencana akuisisi, sementara GoTo menyatakan belum mengambil keputusan terkait berbagai tawaran yang telah diterima. Kedua pernyataan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi terkini.
Kehati-hatian dan transparansi dalam pengambilan keputusan investasi menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas pasar dan melindungi kepentingan semua pihak. Perkembangan selanjutnya tentu akan terus dipantau dengan seksama.











