PT Ciputra Development Tbk (CTRA) baru saja mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2024. Pengumuman ini disambut pasar dengan beragam respon, termasuk pergerakan harga saham CTRA yang mengalami penurunan. Mari kita telusuri lebih lanjut detail pembagian dividen dan dampaknya terhadap kinerja saham CTRA.
Harga Saham CTRA Pasca Pengumuman Dividen
Pada Rabu, 18 Juni 2025, harga saham CTRA ditutup melemah 0,51 persen di angka Rp 985 per saham. Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan IHSG yang susut 0,61 persen.
Saham CTRA tercatat berada di level tertinggi Rp 1.005 dan terendah Rp 980 per saham. Volume perdagangan mencapai 26.007 saham dengan nilai transaksi Rp 2,6 miliar.
Pelemahan saham CTRA ini sejalan dengan tren penurunan IHSG yang berada di level tertinggi 7.166,66 dan terendah 7.109,37 pada sesi pertama perdagangan hari itu.
Pembagian Dividen Rp 444,85 Miliar
Pada Selasa, 17 Juni 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Ciputra Development Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 444,85 miliar.
Dividen tersebut setara dengan Rp 24 per saham. Dividend payout ratio (DPR) perseroan mencapai 21 persen dari laba bersih tahun buku 2024 yang mencapai Rp 2,12 triliun.
Head of Investor Relations CTRA, Aditya Ciputra Sastrawinata, menjelaskan alokasi dividen tunai tersebut. Sisa laba bersih dialokasikan untuk cadangan dan laba ditahan guna pengembangan perusahaan.
Susunan Pengurus dan Kinerja Kuartal I 2025
RUPST juga menetapkan susunan dewan komisaris dan direksi. Candra Ciputra kembali menjabat sebagai Direktur Utama.
Berikut susunan dewan direksi: Candra Ciputra (Direktur Utama), Artadinata Djangkar, Budiarsa Sastrawinata, MI Meiko Handoyo, Harun Hajadi, Nanik J. Santoso, Cakra Ciputra, Sutoto Yakobus, Agussurja Widjaja, dan Tulus Santoso (Sekretaris Korporasi).
Susunan dewan komisaris meliputi: Rina Ciputra Sastrawinata (Komisaris Utama), Junita Ciputra, Sandra Hendartho, Kodradi (Komisaris Independen), Tanan H. Antonius (Komisaris Independen), dan Thomas Bambang (Komisaris Independen).
Kinerja Ciputra Development pada kuartal I 2025 cukup menjanjikan. Penjualan dan pendapatan usaha mencapai Rp 2,73 triliun, meningkat 17,94 persen year on year (yoy).
Pendapatan terbesar berasal dari penjualan kavling, rumah, apartemen, dan kantor (Rp 2,17 triliun). Segmen pendapatan usaha lainnya berkontribusi Rp 560,88 miliar.
Meskipun pendapatan meningkat, beban pokok penjualan dan beban langsung juga naik menjadi Rp 1,33 triliun di kuartal I 2025.
Kesimpulannya, meskipun harga saham CTRA mengalami penurunan setelah pengumuman dividen, hal ini mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang positif. Pembagian dividen yang signifikan menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap profitabilitas dan keberlanjutan bisnis. Perlu dipertimbangkan faktor-faktor pasar yang lebih luas untuk menganalisis pergerakan harga saham CTRA ke depannya. Peningkatan pendapatan di kuartal I 2025 juga menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik untuk perusahaan ini.











