Gubernur Bank Rakyat Tiongkok (PBOC), Pan Gongsheng, baru-baru ini menekankan peran penting teknologi blockchain dalam sistem pembayaran modern, khususnya untuk transaksi lintas batas. Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Lujiazui di Shanghai pada Juni 2025. Menurutnya, blockchain dan Distributed Ledger Technology (DLT) mampu mempercepat penyelesaian pembayaran internasional.
Selain itu, teknologi ini menawarkan solusi untuk tantangan regulasi dalam sistem keuangan modern, termasuk finansial terdesentralisasi (DeFi) dan kontrak pintar. Hal ini menunjukkan komitmen China dalam memimpin inovasi teknologi finansial.
Blockchain dan DLT: Solusi Pembayaran Lintas Batas
Pan Gongsheng menyatakan bahwa pemanfaatan blockchain dan DLT untuk pembayaran lintas batas menawarkan peluang sistemik, meskipun menimbulkan tantangan regulasi terkait DeFi dan kontrak pintar.
Ia juga menyoroti pentingnya stablecoin berbasis mata uang digital bank sentral untuk mempercepat transaksi internasional. Integrasi stablecoin dengan kontrak pintar dan sistem DeFi dinilai sebagai bagian dari transformasi menuju sistem pembayaran yang lebih efisien dan independen dari infrastruktur keuangan tradisional.
China: Pemimpin Inovasi Keuangan Digital
China terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keuangan digital. Forum Lujiazui rutin menjadi tempat pengumuman penting terkait kemajuan blockchain dan mata uang digital, mengukuhkan posisi China sebagai pemimpin inovasi di sektor teknologi finansial Asia.
Coincu, sebuah lembaga riset, berpendapat bahwa adopsi blockchain oleh China akan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap infrastruktur kripto. Pengembangan stablecoin pun diprediksi akan semakin pesat seiring dengan modernisasi keuangan strategis di negara tersebut.
Rencana pengembangan Zona Perdagangan Bebas Keuangan Pudong juga memperkuat upaya China dalam mendorong inovasi di sektor ini. Langkah ini selaras dengan strategi jangka panjang China untuk menjadi pusat keuangan digital global.
Investasi Kripto Perusahaan China: Antara Strategi Bisnis dan Geopolitik
Addentax Group, perusahaan logistik dan garmen asal China, berencana membeli aset kripto senilai USD 800 juta, termasuk 8.000 Bitcoin dan token TRUMP, sebuah memecoin. Langkah ini mencerminkan strategi perusahaan dalam merombak keuangannya dengan melibatkan pemegang kripto besar.
Meskipun belum ada kesepakatan resmi, rencana ini menimbulkan spekulasi. Ada yang melihatnya sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat neraca keuangan lewat aset digital yang likuid. Namun, ada pula yang skeptis, ditunjukkan dengan penurunan saham Addentax setelah pengumuman tersebut.
Pembelian token TRUMP, yang bertemakan mantan Presiden AS Donald Trump, memicu spekulasi politik. Beberapa pihak menduga ini sebagai upaya menjalin keselarasan politik atau mengantisipasi risiko regulasi, mengingat sejarah ketegangan dagang AS-China.
Perusahaan logistik lain juga dilaporkan membeli token TRUMP, yang memperkuat spekulasi keterkaitan strategi bisnis dan geopolitik dalam investasi kripto ini. Hal ini menunjukkan kompleksitas pengambilan keputusan investasi di dunia kripto yang tak lepas dari konteks politik global.
Perlu diingat bahwa pasar kripto global sedang menguat setelah pengumuman pengurangan tarif dagang antara AS dan China. Ini tentunya mempengaruhi keputusan investasi perusahaan-perusahaan di kedua negara tersebut.
Kesimpulannya, langkah China dalam mendorong adopsi blockchain dan investasi kripto oleh perusahaan-perusahaan domestik menunjukkan ambisi besar dalam memimpin inovasi keuangan digital global. Namun, dinamika politik dan ekonomi global juga ikut mempengaruhi strategi investasi tersebut, menciptakan kompleksitas yang menarik untuk terus dikaji.











