PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS), perusahaan energi bersih yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, menargetkan pendapatan Rp650 miliar pada tahun 2025. Strategi kunci untuk mencapai target ambisius ini adalah ekspansi infrastruktur energi bersih. Perusahaan berencana menambah stasiun Compressed Natural Gas (CNG) dan memasuki bisnis Liquefied Natural Gas (LNG).
Optimisme CGAS didasarkan pada kinerja keuangan kuartal I 2025 yang positif. Hal ini menunjukkan tren pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Target Pendapatan Rp650 Miliar dan Ekspansi Infrastruktur
CGAS menetapkan target pendapatan sebesar Rp650 miliar untuk tahun 2025. Direktur Utama CGAS, Andika Purwonugroho, menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut dapat tercapai, bahkan mungkin melampaui ekspektasi.
Pertumbuhan pendapatan di kuartal I 2025 menjadi indikator utama kesuksesan strategi CGAS. Ekspansi infrastruktur energi bersih melalui penambahan stasiun CNG dan penetrasi ke pasar LNG menjadi kunci utama pencapaian target ini.
Penguatan Kinerja Keuangan Kuartal I 2025
Pada kuartal I 2025, CGAS membukukan pendapatan Rp135,01 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 3,53% secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan Rp130,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah dikurangi berbagai beban operasional, CGAS berhasil meraih laba bersih sebesar Rp1,5 miliar. Total aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp364,01 miliar dari Rp361,34 miliar di akhir 2024.
Ekuitas CGAS naik menjadi Rp265,60 miliar, sementara liabilitas mencapai Rp98,40 miliar. Kondisi keuangan yang sehat ini memberikan landasan kuat bagi ekspansi bisnis yang direncanakan.
Ekspansi CNG dan Eksplorasi LNG
CGAS akan membangun tiga stasiun CNG baru. Ketiga stasiun tersebut berlokasi di Grobogan (Jawa Tengah), Gresik (Jawa Timur), dan Majalengka (Jawa Barat).
Kapasitas ketiga stasiun CNG baru ini secara berturut-turut adalah 1,5 MMSCFD, 2,0 MMSCFD, dan 1,0 MMSCFD. Total kapasitas jaringan distribusi CNG CGAS akan meningkat dari 8,5 MMSCFD menjadi 13 MMSCFD.
Selain CNG, CGAS juga bersiap memasuki sektor LNG. Ekspansi ini akan dimulai dari wilayah Jawa dan Bali.
CGAS menargetkan pasar LNG Jawa dan Bali sebagai langkah awal. Perusahaan berkomitmen untuk menyediakan solusi energi bersih secara terintegrasi dan meluas.
Proyek LNG di Riau dan Sumatera Selatan
CGAS akan berkolaborasi dengan PT Odira Energy Karang Agung untuk mengembangkan proyek LNG di Riau dan Sumatera Selatan. Proyek ini diperkirakan memiliki kapasitas 4 juta British Thermal Unit (MMBTU).
Proyek LNG di Riau dan Sumatera Selatan ditargetkan beroperasi pada tahun 2027. Proyek ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan tambahan sebesar USD 4,3 juta per tahun.
Dengan investasi di infrastruktur dan ekspansi ke LNG, CGAS memperkuat posisinya di industri energi bersih. Hal ini diharapkan meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham dan mitra usaha.
Perusahaan memperkuat komitmennya untuk memberikan solusi energi bersih yang berkelanjutan. Strategi ekspansi ini menunjukkan langkah tegas CGAS dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia. Keberhasilan ini akan bergantung pada efektivitas pelaksanaan strategi dan kondisi pasar energi di masa mendatang.











