Pendiri Celsius Network, Alex Mashinsky, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena penipuan. Putusan ini dibacakan pada Kamis lalu oleh Hakim Distrik AS John Koeltl di Manhattan, dan merupakan salah satu hukuman terberat yang dijatuhkan terkait runtuhnya pasar kripto pada tahun 2022. Hukuman ini lebih ringan dibandingkan hukuman 25 tahun yang dijatuhkan kepada Sam Bankman-Fried, mantan CEO FTX, meskipun Bankman-Fried telah mengajukan banding.
Mashinsky, 59 tahun, mengaku bersalah pada Desember lalu atas tuduhan penipuan sekuritas dan komoditas. Jaksa penuntut menuduhnya menyesatkan investor mengenai keamanan platform Celsius dan memanipulasi harga token Cel milik perusahaan.
Hukuman 12 Tahun Penjara untuk Alex Mashinsky
Jaksa menuntut hukuman minimal 20 tahun penjara, mengingat ribuan investor yang dirugikan dengan kerugian mencapai miliaran dolar. Mashinsky sendiri diketahui telah memperoleh keuntungan pribadi lebih dari US$ 48 juta (sekitar Rp794,4 miliar dengan asumsi kurs Rp16.551 per dolar AS).
Meskipun demikian, Hakim Koeltl menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara ditambah tiga tahun masa percobaan. Aset Mashinsky senilai US$ 48,4 juta juga akan disita. Pernyataan resmi dari pihak pengacara Mashinsky belum dikeluarkan terkait putusan ini. Jaksa AS Jay Clayton menyatakan bahwa penggunaan aset digital bukan berarti izin untuk menipu.
Permohonan Hukuman Ringan dan Penyesalan Mashinsky
Sebelum vonis dijatuhkan, Mashinsky memohon hukuman yang lebih ringan, yakni satu tahun dan satu hari penjara. Ia menyatakan penyesalannya dan ingin memperbaiki keadaan bagi keluarganya dan mantan nasabah Celsius.
Namun, permohonan tersebut ditolak oleh pengadilan. Hukuman 12 tahun penjara tetap dijatuhkan, meskipun kerugian yang dialami investor sangat besar. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang risiko investasi di pasar kripto yang bergejolak.
Keruntuhan Celsius Network dan Anjloknya Harga Kripto
Celsius Network, yang didirikan Mashinsky pada 2017, menawarkan bunga tinggi hingga 17 persen kepada deposan. Model bisnis ini melibatkan peminjaman aset digital kepada investor institusional.
Namun, ketika harga kripto anjlok pada pertengahan 2022, banyak nasabah menarik dana mereka secara besar-besaran. Hal ini menyebabkan Celsius mengalami defisit hingga US$ 1,19 miliar dan akhirnya mengajukan kebangkrutan Bab 11 pada Juli 2022.
Dampak Keruntuhan Celsius
Kejadian ini mengakibatkan kerugian besar bagi ribuan investor dan menimbulkan guncangan di pasar kripto global. Banyak investor kehilangan sebagian besar atau seluruh investasi mereka.
Selain hukuman pidana, Mashinsky juga menghadapi beberapa gugatan perdata dari berbagai lembaga, termasuk Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), Komisi Perdagangan Federal (FTC), dan Jaksa Agung Negara Bagian New York Letitia James.
Mashinsky, yang lahir di Ukraina dan berimigrasi ke Amerika Serikat melalui Israel, membangun karirnya di New York. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam industri kripto yang masih berkembang. Investor perlu memahami risiko yang ada sebelum berinvestasi di aset digital. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing individu. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi tersebut.











