PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) membagikan dividen tunai senilai Rp 28,52 miliar untuk tahun buku 2024. Jumlah ini setara dengan Rp 4,2 per saham dan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pembayaran dividen final akan dilakukan paling lambat 24 Juli 2025. Selain dividen, RUPST juga membahas perubahan susunan pengurus dan rencana bisnis perusahaan di tahun mendatang.
DEPO juga mengalokasikan Rp 5 miliar untuk dana cadangan, sisanya akan menjadi laba ditahan. Direktur Utama DEPO, Kambiyanto Kettin, menyampaikan informasi ini dalam keterangan resmi di Jakarta. Perombakan susunan pengurus juga disetujui dalam RUPST, termasuk pengangkatan Henryanto Komala sebagai Wakil Direktur Utama.
Perubahan Susunan Pengurus DEPO
RUPST menyetujui perombakan susunan pengurus DEPO. Henryanto Komala diangkat menjadi Wakil Direktur Utama, sebelumnya ia menjabat sebagai Komisaris Independen.
Sartono Budi Santoso, tokoh berpengalaman di industri ritel nasional, mengisi posisi Komisaris Independen. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perusahaan di masa depan.
Berikut susunan dewan komisaris dan direksi DEPO yang baru:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Hermanto Tanoko
- Komisaris: Budyanto Totong
- Komisaris: Rita Lijanto
- Komisaris: Piphop Vasanaarchasakul
- Komisaris Independen: Herbudianto
- Komisaris Independen: Sartono Budi Santoso
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Kambiyanto Kettin
- Wakil Direktur Utama: Henryanto Komala
- Direktur: Johnny Liyanto
- Direktur: Amanda Grace Kettin
- Direktur: Caroline Agustina Kettin
- Direktur: Pathama Sirikul
Kinerja DEPO Tahun 2024 dan Rencana Ekspansi
DEPO mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 2,8 triliun pada tahun 2024. Ini menunjukan peningkatan 5 persen dibandingkan tahun 2023.
Laba bersih DEPO pada tahun buku 2024 tercatat sebesar Rp 95,24 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan di Jawa Timur dan Bali.
DEPO juga telah menambah tiga gerai baru di Rungkut (Jawa Timur), Rempoa (Jakarta), dan Depok (Jawa Barat) sepanjang tahun 2024. Ketiga lokasi ini turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.
Target Penjualan dan Belanja Modal Tahun 2024
DEPO menargetkan penjualan bersih Rp 3,1 triliun untuk tahun 2024. Angka ini lebih tinggi daripada proyeksi penjualan tahun 2023 yang sebesar Rp 2,7 triliun.
Optimisme DEPO didasarkan pada ekspansi toko dan kondisi sektor properti yang diprediksi stabil. Pemerintah juga memberikan insentif PPN untuk pembelian properti, yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan.
DEPO mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 260 miliar untuk tahun 2024. Sekitar Rp 146-150 miliar dialokasikan untuk pembangunan empat toko baru. Pembukaan toko-toko baru ini direncanakan bertahap sepanjang tahun 2024, dengan lokasi di Rungkut, Depok, Jakarta Selatan, dan Palembang.
DEPO menunjukkan kinerja keuangan yang positif di tahun 2024, ditandai dengan peningkatan pendapatan dan laba bersih. Strategi ekspansi melalui penambahan gerai baru dan optimisme terhadap sektor properti menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Perubahan susunan pengurus juga diharapkan mampu membawa DEPO menuju pencapaian yang lebih baik di masa mendatang. Dengan rencana yang matang dan alokasi belanja modal yang terarah, DEPO siap untuk menghadapi tantangan dan peluang di tahun-tahun berikutnya.











